Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Buang Peluang, Tren Permintaan Alat Dapur Tradisional Terus Meningkat

Galih Bayu Adam • Senin, 18 September 2023 | 13:00 WIB
PELUANG: Permintaan akan kerajinan berbahan tanah liat untuk alat dapur tradisional terus meningkat.
PELUANG: Permintaan akan kerajinan berbahan tanah liat untuk alat dapur tradisional terus meningkat.

 

BLITAR- Perkembangan kerajinan berbahan tanah liat di terus meningkat. Termasuk para perajin gerabah di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Dalam sebulan ini ada perajin gerabah, sudah harus bolak-balik melakukan pengiriman secara mandiri kepada konsumen.

“Permintaan peralatan yang terbuat dari tanah liat ini semakin banyak,” ungkap perajin gerabah, Minhamiril Lutfi.

Menurut dia, hal ini terjadi karena tren media sosial. Permintaan alat masak alami semakin digandrungi warga.

“Baru kemarin saya ke Kediri untuk mengantarkan pesanan, itu dari permintaan luar kota. Kalau dalam kota tetap ada, intinya jangan sampi buang peluang, konsumen adalah segalanya,” tandasnya.  

Pesatnya permintaan kerajinan ini menjadikan kebutuhan sumber daya yang juga naik. Tanah liat sebagai bahan baku utama menjadi semakin langka dan habis.

Hal ini juga menjadikan produksi semakin menurun. Ditambah, tanah untuk membuat gerabah mempunyai perbedaan dengan tanah pada umumnya.

“Kalau tanah di sekitar sini sudah habis, tapi biasanya dapat dari dusun sebelah untuk menunjang permintaan. Tanahnya khusus, biasanya berada di lapisan kedua tanah,” paparnya.

Pesatnya bisnis yang dia bangun juga hasil dari jerih payahnya mengikuti kebiasaan para konsumennya. Selain menjual produknya ke pengepul, Lutfi juga aktif menjualnya di marketplace.

Dari usaha yang dibangunnya itu, Lutfi sukses meraup untung berlipat. “Dari penjualan sebulan, biasanya mendapatkan keuntungan bersih Rp 3 sampai 5 juta,” ujarnya.

Baca Juga: Gus Iqdam Ajak Generasi Muda Blitar, Jaga Nilai-Nilai Keislaman

Dia menambahkan, meski ramai usaha perajin gerabah yang dijalankanya ini terbilang baru. Terhitung lima tahun menjadi perajin, namun permintaan yang datang padanya sudah sangat banyak.

Semula kerajinannya hanya sebatas pot bunga. Komoditas yang sewaktu pandemi permintaannya melambung.

Hal itu dia kerjakan setelah meninggalkan pekerjaan sebelumnya sebagai tukang bangunan. Berjalanya waktu, permintaan semakin banyak.

Tidak hanya pot bunga, kini dia juga mengerjakan berbagai pesanan. Mulai dari alat masak, patung aksesori, dan suvenir.

Dari banyaknya permintaan,  kadang tenaganya tidak mampu untuk menyediakan barang bagi konsumennya.

“Konsumen biasanya memberi tahu saya produk yang sedang ramai, lalu saya bikinkan, dan dari situ produk saya semakin banyak. Permintaannya pun juga semakin banyak,” paparnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Perajin Gerabah #blitar hari ini