Kondisi air baku di wilayah Bumi Penataran mengkhawatirkan. Ini karena sebagian masyarakat masih belum memiliki sarana yang baik untuk mengelola limbah rumah tangga. Salah satunya, sanitasi dan toilet.
Kasi Pengaduan Lingkungan Hidup, Bidang Pengawasan, dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Blitar, Andri Dwi Cahyono membenarkan hal tersebut. Menurutnya, terdapat kemungkinan beberapa wilayah yang sumber airnya tercemar limbah ini.
Sayang, Andri belum bisa menyajikan data detail mengenai sebaran lokasi sumber air yang tercemar oleh limbah rumah tangga tersebut. "Ada kemungkinan besar, khususnya di daerah padat," jelasnya.
Dia hanya menyebut ada beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar yang terdapat titik-titik permukiman padat. Menurutnya, permukiman padat yang tidak mempunyai IPAL dan sanitasi yang baik menjadikan air limbah tak terolah dibuang sembarangan.
Bahkan, beberapa masyarakat yang belum teredukasi masih kerap membuang hajat di sungai, meski angkanya sudah jauh berkurang. "Rumah-rumahnya belum mempunyai penampungan, beberapa tempat di Mronjo dan Selopuro itu sempat ditemui septic tank yang langsung ke sungai," paparnya. (mg3/c1/hai)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra