BLITAR - Kondisi sejumlah titik infstruktur di Kota Blitar masih perlu penanganan serius pemerintah, termasuk jalan rusak.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera memperbaiki dengan mengaspal ulang di lokasi jalan rusak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar Suharyono menyebutkan, jalan rusak di Bumi Bung Karno sangat sedikit.
Namun, masih ada sebagian yang rusak dan harus diperbaiki. Setidaknya ada tujuh ruas jalan rusak yang kini dalam pemantauan.
"Insya Allah, akhir bulan ini kami mulai pengaspalan untuk titik yang sudah kami petakan jalan rusak," katanya.
Tujuh ruas jalan yang rusak dan perlu peremajaan itu lokasinya terpencar. Perinciannya, empat ruas jalan di Kecamatan Sukorejo (Jalan Bengawan Solo, Jalan Jati, Jalan Batanghari, dan Jalan Widuri).
Lalu, Jalan Kelapa Gading di Kecamatan Sananwetan dan dua lainnya di Kecamatan Kepanjenkidul, yakni Jalan Raung serta Jalan Brantas.
Total anggaran yang digelontor untuk pengaspalan jalan senilai Rp 10 miliar. Alokasi tersebut bukan dari APBD 2023, melainkan kucuran dana dari Kementerian PUPR.
"Pengaspalan agar kondisi kerusakan bisa diminimalisasi, sehingga keluhan terkait jalan rusak juga surut," jelasnya.
Nah, sebelum dilakukan perbaikan, kata dia, Kementerian PUPR RI sudah lebih dulu melakukan survei kondisi jalan di Kota Blitar.
Peninjauan itu dilakukan pada November 2022 lalu. Perbaikan ruas jalan akan dieksekusi langsung oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).
Dinas PUPR memastikan tahap awal pengaspalan jalan dimulai pada pengujung bulan ini. "Rabu (13/9) lalu kami sudah ikuti PCM (Preconstruction Meeting) di Surabaya, kaitannya juga untuk mengawali tahap pengaspalan jalan," tandasnya. (luk/sub)
Editor : Didin Cahya Firmansyah