BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera mempercantik Alun-Alun Kota Blitar. Pemkot sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar (M).
Tahap awal akan merenovasi sisi selatan bagian barat. Di sana akan dibangun monumen titik nol Kota Blitar. Kemudian, gapura selamat datang akan dibiarkan tanpa ada perubahan.
"Karena sudah menjadi salah satu ikon Alun-Alun Kota Blitar," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartati kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (21/9/2023).
Tidak hanya monumen titik nol, lanjut Jajuk, sisi selatan bagian barat juga akan disolek dengan ruang ekspresi dan area khusus untuk lanjut usia (lansia). Di monumen titik nol akan terlihat beberapa potensi unggulan, seperti Belimbing Karangsari dan batik khas Kota Blitar.
Selanjutnya, sisi selatan bagian timur alun-alun akan dibangun air mancur dan tempat bermain anak-anak. Di sisi timurnya, dibangun monumen berupa tulisan yang menunjukkan Kota Blitar adalah Bumi Bung Karno.
Dengan begitu, wajah Kota Blitar akan terlihat lebih menarik. "Bisa menekankan bahwa Kota Blitar adalah Buminya Bung Karno," imbuhnya.
Jajuk menjelaskan, renovasi Alun-Alun Kota Blitar dimaksudkan untuk mempercantik ruang terbuka hijau (RTH). Dengan harapan, potensi wisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar alun-alun bisa tumbuh dan lebih berkembang.
Proses renovasi saat ini masih dalam tahap persiapan pengerjaan. Diharapkan, renovasi selesai pada Desember 2023. Sebab, renovasi alun-alun masuk dalam anggaran 2023.
Meski dilakukan renovasi, DLH Kota Blitar memastikan fungsi Alun-Alun Kota Blitar tidak akan berubah. Artinya, tetap sebagai RTH dan tempat penyerapan air hujan terbesar di Kota Blitar.
"Sehingga tetap berkonsep pada ruang terbuka dan ramah lingkungan," tandasnya. (mg1/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah