Blitar – Jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan Pantai Tambakrejo dengan Pantai Serang marak dijadikan lokasi balap liar oleh sekelompok pemuda. Aksi yang sudah berlangsung sekitar setahun terakhir ini membikin warga resah. Tak pelak, para pelaku balap liar langsung diciduk oleh jajaran Polsek Wonotirto pada Minggu (24/9/2023) sore kemarin.
Kapolsek Wonotirto AKP Supriadi mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait adanya aksi balap liar di JLS. Sebagai tindak lanjut, polisi segera melakukan razia setiap akhir pekan. Hasilnya, didapati rata-rata lima pelaku di setiap kegiatan razia.
“Pekan kemarin ada lima pelaku balap liar yang kami amankan. Paling jauh dari Kecamatan Sanankulon. Ada juga daerah Bakung. Mereka kami amankan pukul 16.00 ketika jalanan JLS memang sepi,” ujar Supriadi.
Laki-laki berkacamata ini menerangkan, dari lima pelaku yang diamankan, tiga diantarnya yang masih berstatus pelajar. Mulai dari siswa SMPN di wilayah Kademangan, MTsN di wilayah Bendo, hingga SMAN di wilayah Nglegok.
Sebagai bentuk hukuman, pelaku yang masih di bawah umur diminta untuk mengahdirkan orang tuanya ke kantor polisi. Selain itu, polisi juga menyita kendaraan roda dua yang tidak standar atau sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Dulu pada awal-awal selesainya proyek pembangunan JLS, banyak pelaku aksi balap liar yang berasal dari luar kota, yakni Tulungagung dan Malang. Namun karena sering terkena razia, mereka tidak lagi berani untuk muncul ikut dalam kegiatan balapan liar.
“Pekan lalu kebetulan kondisinya sepi. Sehingga hanya ditemui lima pelaku balap liar. Namun dua pekan lalu kami temukan ratusan pelajar sedang menggelar balap liar. Bahkan ada pelaku dari luar kota yang mengankut motor-motornya menggunakan truk menuju JLS,” terangnya.
Supriadi mengungkapkan, kegiatan yang membahayakan ini biasanya dimulai pukul 15.30 hingga sekitar pukul 17.30. para pelaku biasa memilih ruas JLS yang lurus dan tidak bergelombang. Kondisi ini banyak ditemukan di titik JLS yang masuk di wilayah Dusun Pudak, Kecamatan Ngadipuro, Kecamatan Wontirto dan perbatasan Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo.
“Sudah sering dilakukan razia tapi mereka belum kapok. Kami juga laporkan kepada pimpinan. Hasilnya, kami diminta untuk melakukan teguran tegas,” pungkasnya. (jar/dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra