BLITAR- Animo masyarakat untuk vaksin rabies di Kabupaten Blitar memang cukup meningkat. Bahkan melebihi ketersediaan dosis yang ada.
Selain gratis, itu juga karena dipengaruhi banyak beredar kabar penyakit rabies di Indonesia Timur. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang memiliki hewan peliharaan melakukan vaksin rabies.
Sayangnya terbatas, hanya 100 dosis vaksin rabies yang disediakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dokter Puskeswan Nglegok, drh Fira Yani Indah Puspita mengatakan, Puskeswan Nglegok baru kali ini melakukan vaksinasi rabies, sebelumnya hanya Puskeswan Talun dan Srengat.
Namun untuk operasionalnya, Puskeswan Nglegok belum bisa melakukan operasi dan vaksin karena ada kendala teknis.
“Puskeswan kami butuh alat penunjang untuk melakukan operasi dan vaksin lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Kadisnakkan Kabupaten Blitar Toha Mashuri menerangkan bahwa untuk Kabupaten Blitar memang hanya mendapatkan 100 dosis. Vaksin itu untuk kera, anjing, dan kucing. Karena hewan tersebut yang berpotensi menularkan rabies.
“Anggaran dari provinsi menurun sehingga hanya menyediakan 100 dosis. Berbeda dengan tahun lalu yang menyiapakan 300 dosis,” kata Toha
Toha membenarkan bahwa ada lebih dari 100 pendaftar vaksin yang dilakukan di tiga puskeswan yakni Puskeswan Srengat, Talun, dan Nglegok.
Masyarakat lainnya yang mendaftar tetapi tidak mendapatkan jatah vaksin, maka bisa ke klinik dengan mengunakan biaya mandiri. Biasanya, biaya untuk vaksin rabies di klinik sekitar Rp 150 ribu.
“Kelelawar sebenarnya berpotensi menularkan rabies, tapi tidak banyak yang memelihara. Selain itu susah ditangkapnya,” pungkasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah