Himafis UNU Blitar, Berdayakan Warga Desa Mandesan Maksimalkan Hasil Bumi Jadi Beragam Produk Bernilai Ekonomi
Intan Puspitasari• Sabtu, 30 September 2023 | 15:13 WIB
SUKSES : Tim PPK Ormawa Himafis UNU Blitar bersama warga desa memperlihatkan hasil pupuk olahan cair dari limbah jambu.
RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Sebaik-baiknya manusia adalah yang punya manfaat untuk sesama. Itulah yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (Himafis UNU Blitar). Dimulai dari keberhasilan mendapatkan kesempatan pendanaan pada Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), 12 orang mahasiswa yang tergabung dalam tim PPK Ormawa Himafis UNU Blitar ini mengadakan kegiatan pelatihan dan pendampingan inovasi hasil pertanian untuk masyarakat Desa Mandesan, Kecamatan Selupuro, Kabupaten Blitar.
Melihat potensi pertanian, berupa perkebunan jambu biji dan jambu kristal yang luasnya hampir 1 hektare, yang sayangnya masih belum dimanfaatkan dengan maksimal di desa tersebut, tim PPK Ormawa Himafis UNU Blitar, memiliki ide untuk membuat produk-produk inovasi baru untuk memaksimalkan manfaat dari perkebunan jambu tersebut.
Produk-produk yang dirancang seperti membuat olahan Mie Jambu dari buah jambu segar, hingga memanfaatkan jambu-jambu yang busuk menjadi pupuk olahan cair (POC). Selain itu, karena kebun tersebut juga terintegrasi dengan kolam-kolam ikan, para mahasiswa fisika ini juga menyulap jambu menjadi produk alternatif pakan ikan serta memanfaatkan ikan-ikan hasil budidaya untuk diolah menjadi tepung ikan yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak.
TERBANTU : Warga Desa Mandesan, sangat mendukung dan terbantu dengan program dari TIM PPK Ormawa Himafis UNU Blitar.
Ketua pelaksana PPK Ormawa Himafis UNU Blitar, Vivi Alvia mengatakan bahwa pelaksanaan program ini, dimulai dengan pelatihan dan dilanjutkan pendampingan atau monitoring pada pelaksanaan pembuatan produk yang dilakukan masyarakat desa.
“Pelaksanaannya sendiri, kami mulai dengan pelatihan dulu. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat bisa mempraktikkan apa yang sudah kami berikan. Selanjutnya baru kita melaksanakan pendampingan kepada masyarakat dalam pembuatan produk-produk tersebut. Nah, untuk pendampingannya kami sudah melakukan dua kali untuk pembuatan produk Mie Jambu dan selanjutnya sama, kami juga akan menerapkan alur pelaksanaan yang sama untuk produk-produk lainnya, yakni pupuk organik cair, pakan ikan, dan tepung ikan.” Terang Vivi pada Radar Tulungagung (29/9).
Vivi juga menceritakan, bahwa program pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan selama empat bulan, terhitung sejak bulan Juli kemarin dan rencananya akan berakhir pada akhir bulan Oktober mendatang.
“Setelah nanti masyarkat sudah mampu membuat produk, selanjutnya kami juga akan membantu masyarakat dalam proses pembuatan PIRT dan lain-lain, agar nanti hasil produknya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” tambah Vivi.
Menurutnya, respon mitra/desa terhadap programnya ini sangat baik. Para warga sangat antusias dan terbantu. Dengan program ini, para warga Dengan dilaksanakannya program ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga Desa Mandesan dalam mengolah dan memanfaatkan hasil perkebunan mereka, meningkatkan peran lembaga ekonomi desa terhadap UMKM desa, sehingga bisa memunculkan pelaku usaha rintisan baru di Desa Mandesan yang bisa menunjang perekonomian masyarakat.
Tujuan tersebut selaras dengan respon mitra/desa terhadap programnya. Vivi menjelaskan bahwa para warga sangat antusias dan terbantu. Dengan program ini, warga juga mendapatkan kesempatan baru dalam bidang marketing produk. Terutama untuk produk Mie Jambu yang unik dan belum ada di pasaran.
Selain untuk masyarakat, agenda ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses para anggota tim PPK Ormawa Himafis UNU Blitar untuk meningkatkan kompetensi dan mengasah softskill. (int)