Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dampak Jual Beli di TikTok Akan Ditutup, Pedagang Makanan Tradisional Blitar Beri Jawaban Menohok

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 1 Oktober 2023 | 03:00 WIB
SEMANGAT: Seorang Pekerja sedang memotong, jenang yang esok akan dikirim ke berbagai konsumen di Indonesia.
SEMANGAT: Seorang Pekerja sedang memotong, jenang yang esok akan dikirim ke berbagai konsumen di Indonesia.

 

 

BLITAR- Seriringnya kebijakan baru terkait pemisahan akun jual beli dan konten di TikTok. Kini efeknya merembet dan berdampak pada pedagang di wilayah Bumi Penataran.

Bahkan setelah beredarnya informasi tersebut di berbagai media sosial. Omzet yang di dapat penjual TikTok juga menurun.


Salah satu penjual di TikTok atau affiliate, Wita Wulandari menuturkan bahwa omzet yang ia dapat tiga hari terakhir ini cenderung menurun.

Bahkan yang sebelumnya pernah memperoleh omzet hingga Rp 7 juta per hari, kini hanya mampu memperoleh ratusan ribu atau tidak dapat sama sekali.


“Ya, menurun. Padahal saya Cuma affiliater untuk UMKM lokal yang setiap hari live streaming. Omzetnya menurun, hari ini saja saya cuma keluar 100 pesanan,” ujar Perempuan yang tinggal di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan tersebut.

Wanita berkerudung itu juga mengungkapkan bahwa selama ia terjuan daoam dunia online. Terdapat 20 orang yang yang berada di bawah naungannya. Baik karyawan ataupun pihak yang kerjasama.

“Mereka mempunyai tugas masing-masing, ada yang produksi, administrasi, packing. Kalau sepi tidak ada pesanan mereka tidak bekerja, mengaggur,” jelasnya.

Menurutnya kebijakan tersebut harus ditelaah ulang, mengingat banyak masyarakat yang sangat terbantukan dengan adanya market place tersebut.

Bahkan dirinya berharap bahwa kedepannya akan ada aturan dan cara yang mudah agar online bisa dijakau semua pedagang. Sehingga toko offline yang keberatan dapat bersaing di dunia online.

“Era digitalisasi itu tidak mungkin bisa dihapus. Apalagi dengan cara online, penjualan bisa sampai kemana saja tanpa memikirkan waktu dan tenaga. Cenderung mudah dan enggak ribet. Offline dan online itu juga perlu diperhatikan, tidak bisa sebelah saja. Toko yang punya tempat offline dan jualan di online itu malah lebih bagus,”ujarnya.

Bahkan perempuan yang sudah menggeluti dunia jual beli di TikTok sejak 2021 tersebut mengaku sangat terbantu. Dengan dagangan makanan tradisional jenang, dirinya dapat mengirim ke berbagai penjuru di Indonesia. “Kalau paling banyak pesanan itu malah dari luar pulau jawa. Seperti Papua, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi dan Riau,” ujarnya. (mg2)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#umkm #tik tok diblokir #diblokir #blitar #tik tok