BLITAR – Warga di sekitar Jalan Banteng Blorok, Kelurahan Kedung Bunder, Kecamatan Kademangan dibuat tak nyaman dengan adanya sejumlah kabel fiber yang jatuh ke tanah.
Itu adalah kabel penerangan jalan umum (PJU) milik pemkab dan PLN. Resah, warga meminta pihak terkait untuk segera melakukan penanaganan.
Menurut seorang sumber yang namanya enggan dipublikasikan, tiga utas kabel yang turun di sekitar hutan Kademamangan itu terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
Hujan lebat disertai angin kencang disebut jadi alasan kenapa kabel milik pemkab dan PLN itu berada di tempat yang tak semestinya. Hujan yang terjadi selama beberapa hari tersebut membuat dahan-dahan yang sudah lapuk jatuh dan menimpa beberapa kabel.
“Ya, dari situ. Banyak kabel-kabel yang terjuntai. Bahkan ada yang diikat warga ke tiang yang lebih tinggi. Tindakan tersebut sangat perlu.
Agar tidak digunakan mainan oleh anak-anak,” ungkap perempuan 50 tahun itu.
Selain mengurangi keindahan, keberadaan kabel-kabel tersebut cukup membahayakan. Apalagi jika terdapat kabel terkoyak.
“Itu nanti bahaya. Apalagi anak sering menggunakan kabel tersebut untuk mainan. Serta orang dewasa yang menyebrang dengan cara meloncati,” terangnya.
Baca Juga: Permudah Tanda Tangan Pejabat, Pemerinta Kota Blitar Terapkan Aplikasi SEKARTURI
Ketua RT 04/RW 01, Lingkungan Dadapan, Hasyim mengungkapkan, persoalan kabel ini memang cukup membuat warga resah. Bahkan, tak jarang dia menerima laporan dari warga sektiar.
“Saya sebenarnya tidak tahu terkait masalah tersebut. Namun saya lumayan sering dengar masyarakat mengeluh dan bertanya kabel itu milik siapa dan kenapa tidak segera diperbaiki,” ucapnya.
Hasyim menambahkan, keberadaan kabel yang seakan tidak terurus itu cukup bahaya. Terlebih, ada banyak warga yang berkebun di lingkungan itu. Bahkan tak jarang dari mereka harus melintasi kabel. Meski berbahaya, warga tidak punya pilihan lain.
Baca Juga: Warna Seragam Satlinmas Akan Berubah saat Pemilu 2024, Pemkot Blitar Siapkan Rp 1 Miliar
“Warga sendiri juga tidak tau harus lapor ke mana. Namun yang jelas, biasanya kalau ada yang seperti itu langsung dibenahi,” ujarnya. (mg2/dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra