BLITAR – Jembatan Trisula atau biasa disebut Jembatan Kademangan direncanakan rampung akhir tahun ini. Meski begitu, masyarakat sekitar sempat terdampak selama prosesnya. Terlebih pada saat pembuatan tiang besi jembatan yang menimbulkan getaran kuat.
Salah seorang warga Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Suwarno mengungkapkan, keberadaan jembatan itu terbilang vital bagi masyarakat.
“Saya sendiri pedagang sayur yang memang setiap hari berdagang di Pasar Kademangan. Maka dari itu, jembatan tersebut sangat penting bagi kami,” ungkap laki-laki 52 tahun ini.
Kepala Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Bukaka Teknik Utama Toni Novrianto mengungkapkan, Proyek jembatan baru mulai dilaksanakan pada Juni tahun lalu.
Dan ditargetkan akan rampung sesuai kontrak pada Desember tahun ini. Meski begitu, pihak kontraktor mengklaim bahwa proyek fisik bakal selesai sebelum Desember.
“Soalnya Desember itu sudah harus selesai semua. Baik administrasi ataupun pengecekan. Sehingga pada Desember nanti sudah penyerahan aset ke pemda,” terangnya.
Kendati badan jembatan tampak hampir selesai, tapi pihak kontraktor masih punya sejumlah tugas.
Diantaranya, merampungkan trotoar, penyambung jembatan, dan loneng jembatan.
“Untuk loneng itu nanti akan dibikin ikon baru. Jadi tidak standar seperti jembatan lainnya. Bahkan itu, direncanakan akan memakai batu granit,” terangnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra