Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PETA: Sejarah dan Peran Organisasi Pemberontak dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Doni Setiawan • Selasa, 10 Oktober 2023 | 22:51 WIB
Barisan Pembela Tanah Air (PETA)
Barisan Pembela Tanah Air (PETA)

BLITAR - Pembela Tanah Air (PETA) adalah organisasi yang didirikan dimasa penjajahan Jepang, organisasi ini adalah salah satu dari organisasi lain yang berperan penting dalam kemerdekaan negara Indonesia. PETA berdiri sejak tahun 1942-1945, tidak semua orang dapat bergabung dalam organisasi ini karena berbasis militer. Sejarah berdirinya PETA dilandasi karena keinginan Indonesia untuk merdeka.

Belanda kalah dalam pertempuran melawan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. Ketundukan Belanda ini tidak bersyarat, ditandai dengan menyerahnya Letnan Jenderal Ter Poorten yang sebelumnya ditunjuk oleh Ratu Beatrix dari Kerajaan Belanda untuk mengakhiri masa penjajahan nya di Indonesia.

Jepang yang mengakui dirinya sebagai saudara tua bangsa Indonesia mendirikan berbagai organisasi yang sebenarnya di lakukan untuk kepentingannya sendiri. Seluruh organisasi yang didirikan selalu menggandeng tokoh Indonesia yang berpengaruh semata mata agar membuat masyarakat percaya bahwa organisasi tersebut didirikan untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Jepang resmi mendirikan Pembela Tanah Air (PETA) pada tanggal 3 Oktober 1942. Keputusan pendirian PETA yang diakui Jepang menyusul surat permintaan pendirian organisasi tersebut yang diajukan oleh Gatot Mangkoepradja.

Saat pelatihan para pemuda dan pria dewasa dilatih fisik nya dengan cukup keras, hal ini dilakukan sebagai persiapan pengganti
prajurit perang yang akan melengkapi kekurangan armada perang Jepang.

Para anggota peta memang sudah dipersiapkan untuk menjadi tentara Jepang sayang nya pihak Jepang tidak memberi ketegasan atas status prajurit nya.

Jabatan yang ada dalam PETA
1. Daidanco (komandan batalion):
Jabatan komandan batalyon hanya dapat dijabat oleh mereka yang pernah menduduki jabatan tersebut sebelumnya: antara lain pejabat birokrasi, tokoh agama, penegak hukum, dan pejabat negara lainnya.

2. Cudanco (komandan kompi):
Sedikit lebih rendah dan Daidanco. Cudanco dilisensikan untuk guru dan staf yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk dunia pendidikan yang lebih baik.

3. Shodanco (Komandan Pleton) :
Hanya pelajar yang pernah merasakan duduk di bangku Sekolah menengah tingkat pertama atas saja yang diperbolehkan menjabat jabatan ini.

4. Budanco (komandan tim):
Untuk menjaga kestabilan organisasi maka kelompok terkecil dibentuk kelompok kecil dalam suatu organisasi besar. Budanco bisa menjalankan tim jika dia sudah duduk di bangku sekolah dasar, Keberadaannya akan memudahkan proses pengorganisasian dan koordinasi.

5. Giyuhei (prajurit sukarelawan):
Anggota PETA yang belum pernah bersekolah dapat bergabung namun mereka harus siap menerima tugas apa pun karena keanggotaan hanya diakui sebagai staf sukarelawan yang berada di bagian bawah struktur organisasi oleh PETA. (kit)

Editor : Doni Setiawan
#sejarah #Pembela Tanah Air #prajurit #jepang #Perlawanan #PETA #Penjajahan