BLITAR- Peringatan Hari Rabies Sedunia dan Hari Ayam Telur Nasional Ke-13 di Kota Blitar berlangsung meriah di Gedung Kesenian, Kamis (12/10/2023). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemkot Blitar mewujudkan generasi anak bebas stunting dan mengantisipasi sebaran kasus rabies.
Wali Kota Santoso mengapresiasi antusiasme masyarakat yang satu tujuan mewujudkan kota sehat. Dia didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar drh Dewi Masithoh, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dan ratusan anak TK untuk santap telur bersama. Kurang lebih ada 400 butir telur rebus yang dibagikan.
"Anak-anak ini ikut menyemarakkan. Salah satunya dengan makan telur. Manfaat yang banyak diharapkan mampu memenuhi gizi anak sehingga bebas insiden stunting," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
DKPP juga menggelar lomba mewarna untuk seluruh anak TK di Kota Blitar. Tak kurang dari 300 anak memenuhi Gedung Kesenian. Wali kota menyebut bahwa tumbuh kembang anak harus dipantau. Utamanya dari sisi pemenuhan gizi melalui pola hidup sehat dan makanan sehat bernutrisi.
"Oleh karenanya, ini juga dalam rangka sosialisasi manfaat makan telur kepada masyarakat. Baik ayam dan telur sangat baik dikonsumsi anak untuk cegah gizi buruk," tuturnya.
Seusai makan telur, jelas dia, DKPP juga menggelar vaksinasi rabies kepada hewan kesayangan secara simbolis. Selain itu, terdapat bakti sosial (baksos) memperingati Hari Rabies Sedunia 2023. Di antaranya, pelayanan pengobatan kepada 50 ekor hewan kesayangan, kastrasi untuk 15 ekor kucing, dan vaksinasi rabies untuk 20 ekor hewan potensi rabies.
Baksos nantinya berlangsung di Puskesmas Dimoro area Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Blitar. Yakni, pada hari ini (13/10/2023) dan Senin (16/10/2023) mendatang. Pengobatan ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
"Kota Blitar zero kasus rabies. Tapi lebih baik hewan kucing atau anjing diamankan dulu. Karena hewan terinfeksi bisa menular ke manusia. Kalau digigit, segera lapor ke puskesmas dan rumah sakit," jelasnya.
Menurut dia, tak jarang anak-anak gemar kontak langsung dengan hewan potensi penyakit rabies. Seperti anjing dan kucing. Untuk itu, sosialisasi tersebut dinilai sangat tepat agar anak paham, disertai kewaspadaan orang tua.
"Tapi jangan khawatir, karena Kota Blitar zero kasus. Terus dampingi anak ketika bermain dengan hewan kesayangan. Pantau juga hewannya," tandasnya. (luk/c1/ady)
Editor : Didin Cahya Firmansyah