BLITAR - Meski belum dibuka secara resmi, Taman Kehati yang terletak di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, sudah ramai menjadi spot wisata baru. Baik oleh pedagang kaki lima (PKL) maupun pengunjung.
Pantauan di lokasi, sejumlah pedagang sudah memenuhi area depan Taman Kehati. Bahkan, rombong dagangan sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya. Taman tersebut menjadi jujukan masyarakat untuk sekadar nongkrong atau berburu kuliner. “Sore biasanya mulai ramai pengunjung, anak-anak muda suka nongkrong di sini,” ujar salah satu pedagang minuman, Amelia Wahyuni, kepada Jawa Pos Radar Blitar kemarin (12/10).
Menurut dia, kunjungan paling ramai ketika Sabtu malam atau akhir pekan. Dia pun memulai lapak dagangan sejak pukul 17.00 hingga 22.00. Sebab, semakin malam, pengunjung semakin ramai. “Apalagi malam minggu bisa sampai jam 11 malam. Ya biasalah anak-anak muda ngopi di sini,” terangnya.
Amelia mengaku pendapatan ketika berjualan cukup meningkat. Sebab, dia biasanya hanya berjualan di rumah dan tepi jalan. Adanya Taman Kehati dirasa memberikan manfaat bagi pedagang kecil seperti dirinya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Savira, mengaku bahwa Taman Kehati juga menjadi jujukan wisata baru. Selain itu, banyaknya pedagang memudahkan pengunjung untuk mencari makanan ketika lapar melanda. “Iya, kalau sore suasananya bagus, jadi sering ke sini. Sekalian kulineran juga,” ujar warga Kelurahan Bendo ini sambil tersenyum.
Namun, masih ada sejumlah fasilitas yang kurang. Misalnya, masih sedikit pohon rindang di taman tersebut. Apalagi ketika musim panas bisa untuk tempat berteduh.
Meski begitu, lanjut dia, Taman Kehati yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar cocok untuk berfoto dan menghabiskan waktu di sore hari. Minimnya tempat teduh membuat taman terasa panas. Apalagi akhir-akhir ini panas matahari lebih menyengat. “Kalau siang panas, ya semoga nanti ada tambahan fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh pengunjung,” harapnya. (ink/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan