BLITAR – Ribuan warga Bumi Penataran mengikuti rangkaian peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) Ke-13 di Alun-Alun Kanigoro Minggu (15/10/2023). Acara ini sekaligus menjadi momen untuk meningkatkan konsumsi protein hewani. Tak kurang dari 15 ribu telur disediakan dan disantap bersama dalam kegiatan ini.
Peringatan HATN ini dimulai dengan jalan sehat pukul 07.00 WIB. Di antara ribuan warga ini, tampak Bupati Blitar Rini Syarifah, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Izul Marom, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani, dan beberapa personel dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan bahwa kegiatan HATN ini menjadi momen yang baik untuk mengkampanyekan makan ayam dan telur. Kabupaten Blitar merupakan produsen ayam dan telur terbesar. Dengan begitu, bisa mencukupi kebutuhan protein hewani sekaligus mencegah stunting.
“HATN Ke-13 tahun 2023 dijadikan sebagai pendobrak semangat untuk gemar makan telur setiap hari. Karena telur adalah sumber protein dan nutrisi penting. Selain itu, harganya juga terjangkau. Telur bisa dinikmati dengan berbagai cara dan kapan saja,” ujarnya.
Dia melanjutkan, suatu kehormatan karena Kabupaten Blitar menjadi tuan rumah acara spesial ini. Kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari SD hingga SMA yang melakukan makan telur bersama-sama. Dia berharap acara ini juga menjadi penyemangat bagi peternak Blitar Raya sehingga bias terus menyuplai telur secara nasional dan ikut menjaga ketahanan pangan nasional.
Mak Rini –sapaan akrabnya- menyebut, secara keseluruhan, populasi ayam ras petelur di Kabupaten Blitar mencapai 15,8 juta ekor. Jumlah peternak sekitar 3.190 orang. Wajar jika produksi telur mencapai 500 ton tiap hari.
Menurutnya, potensi subsektor peternak memegang peran cukup strategis dalam pembangunan. Yaitu, sebagai penyedia lapangan usaha bagi peternak sekaligus menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan masyarakat.
“Selama ini banyak mitos atau kampanye yang keliru terkait ayam dan telur. Seperti adanya kandungan hormon, kolestorel, dan penyebab alergi. Tentu dengan konsumsi tidak berlebihan dan sesuai arahan dari ahli gizi. Intinya, jangan takut makan daging ayam dan telur,” terang Mak Rini.
Sementara itu, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk kampanye gemar makan daging ayam dan telur kepada masyarakat.
Agung menjelaskan, secara nasional, produksi telur dan daging ayam rata-rata tiap tahun mengalami kenaikan atau surplus. Konsumsi daging ayam di Indonesia di angka 12,8 kilogram per kapita per tahun, sedangkan untuk telur mencapai 21,1 kilogram per kapita per tahun. Namun, angka konsumsi ini masih sangat kecil dibandingkan dengan negara Asia lainnya.
“Oleh karena itu, acara hari ini merupakan bentuk promosi agar masyarakat meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur. Karena konsumsi protein hewani lebih murah dibanding dengan yang lain,” ungkap Agung.
Agung berharap Kabupaten Blitar yang telah menjadi sentra daging ayam dan telur terus gencar melakukan promosi peningkatan konsumsi protein hewani ini. Minimal dalam sehari mengonsumsi dua butir telur. Selain itu, juga meningkatkan konsumsi daging ayam.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani mengatakan bahwa Jatim di-branding sebagai gudang ternak Indonesia. Dengan begitu, Jatim memberikan supporting ketahanan pangan nasional. Kegiatan perayaan HATN tahun ini dipusatkan di Kabupaten Blitar karena menjadi sentra produsen telur dan ayam.
"Kabupaten Blitar menjadi peringkat satu populasi ayam petelur di Jatim, disusul Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung. Sedangkan produksi telur secara nasional sebanyak 5,5 juta ton, dan dari Jawa Timur menyumbang 1,3 juta ton. Populasi ayam pedaging secara nasional sebanyak 3,1 miliar ekor dan populasi di Jawa Timur 493,6 juta ekor,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Didin Cahya Firmansyah