BLITAR - Pembangunan destinasi wisata Museum PETA di Bumi Bung Karno segera dimulai. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menargetkan proyek strategis nasional itu digarap tahun depan. Diawali dengan tahapan renovasi bekas gedung sekolah bakal museum.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Edy Wasono menjelaskan, pembangunan Museum PETA menjadi salah satu fokus sektor pariwisata saat ini.
Tahap renovasi dilakukan pada bangunan eks gedung SMPN 3 Blitar. “Karena di sana ada roh dari Museum PETA. Kami akan maksimalkan, tidak diubah banyak demi mempertahankan roh,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Tahun depan, renovasi eks gedung sekolah yang berada tepat di selatan Monumen Patung PETA itu menggunakan anggaran Rp 1,5 miliar (M).
Secara bertahap, pihaknya akan merenovasi dua gedung sekolah lainnya, yakni eks gedung SMPN 5 Blitar dan SMPN 6 Blitar yang saat ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Tak hanya itu, disbudpar berencana melakukan pemeliharaan ikon Museum PETA, yakni Monumen PETA.
Menurutnya, hal itu sangat penting lantaran patung tersebut juga jadi jujugan swafoto. Persis di bawah patung, pihaknya juga akan mengimbuhkan relief perjuangan tentara PETA dalam mengusir penjajah.
“Ini agar masyarakat lebih paham, lebih menghargai jasa-jasa pahlawan. Tetapi lebih dini kami upayakan renovasi dulu di eks bangunan sekolah,” sambungnya.
Pemkot Blitar sejatinya sudah berusaha menghadirkan nuansa Museum PETA. Yakni, dengan menghadirkan pesawat, tank tempur, dan meriam hibah dari TNI. Hampir setiap sore, tak sedikit masyarakat mengabadikan momen di lokasi tersebut.
Pembangunan destinasi wisata ini merupakan salah satu proyek strategis nasional dengan total pembiayaan sekitar Rp 26 miliar, bersumber dari APBN. (luk/sub)
Editor : Doni Setiawan