BLITAR - Di kandang seluas 5 meter persegi miliknya, Edy Wiyono berternak sekitar 5 ribu ekor ayam pedaging.
Warga Desa Panggungduwet, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, ini mulai kegiatan usaha sebagai peternak ayam sejak empat tahun lalu.
Menurut dia, berternak ayam pedaging itu susah susah gampang. Waktu panen yang singkat, yakni sekitar 36 hari membuat peternak tak boleh terlena.
Sebab, Edy harus telaten dalam proses produksi. “Berhasil tidaknya panen tergantung ketelatenan dari peternaknya,” ungkapnya.
Dia menuturkan, selain harus menjaga asupan vitamin dan nutrisi, peternak juga harus memperhatikan juga kualitas pakan, hingga suhu ruangan.
Edy mengungkapkan, kendala terbesar sebagai seorang peternak adalah tak menentunya musim dalam setahun.
Kematian ayam dalam skala besar bisa terjadi jika kondisi cuaca ekstrim sedang berlangsung.
“Karena itu saya pakai racikan obat herbal yang saya buat sendiri dan dicampur dengan pakan atau minuman ternak pada umumnya,” ucapnya. (iyo/dit)
Baca Juga: Kades Tambakrejo Blitar Beri Bocoran Solusi Terkait Kisruh Pengelolaan BUMDes Berujung Perusakan
Editor : Doni Setiawan