BLITAR - Kondisi kekeringan mulai merata di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Timur. Hal ini diduga dampak dari fenomena El Nino yang diprediksi berakhir pada November mendatang.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah melakukan pertemuan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino. Emil mengakui kondisi di kawasan regional mengalami kekeringan. Sejumlah upaya pun dilakukan, utamanya dalam mempertahankan sektor pangan dan kelangsungan pertanian.
“Kami masih bersyukur bahwa tentu dalam situasi seperti ini, seluruh petani tetap semangat menjaga kesinambungan produksi,” ujarnya saat menjadi pemateri di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpusip) Kota Blitar, Selasa (17/10/2023) lalu.
Pengamatan iklim dan cuaca, kata dia, merupakan tugas BMKG. Pemprov lebih melakukan langkah-langkah edukasi dan mengajak masyarakat melakukan persiapan. Terutama menghadapi potensi kekeringan di sektor pertanian maupun perumahan di sejumlah daerah.
Dalam mendukung keberlangsungan pertanian, pihaknya secara bertahap melakukan aktivasi pompa dan sumur bor. Selain itu, sejumlah petani di Jatim mulai beradaptasi menggunakan bibit-bibit bersifat resistensi terhadap keterbatasan air.
“Ini untuk menjaga pertanian agar kemudian ada daya dukung, baik dari masyarakat atau pemerintah yang memadai,” tuturnya.
Disinggung terkait laporan kota/kabupaten yang mengalami kekeringan, suami aktris Arumi Bachsin ini tak menyebut jumlahnya secara pasti, begitu pula dengan daerahnya. Hanya, BPBD Jatim telah melakukan rekap dengan indikasi kondisi kekeringan yang hampir merata di desa-desa.
“Jadi, jumlahnya lebih banyak kalau dihitung tingkat itu (desa). Kalau direkap tingkat kabupaten, angkanya akan beda. Karena dalam menentukan status siaga kekeringan, kabupaten itu harus spesifik wilayah mana yang disiagakan,” bebernya.
Dia mencontohkan, secara umum kekeringan yang terjadi di daerah pegunungan di kabupaten akan menyulitkan warga untuk mengakses air bersih. Sebab, itu dipengaruhi minimnya persediaan air di lapisan akuifer. Dalam kondisi tersebut, pihaknya memastikan akan dropping air.
“Rata-rata kabupaten/kota sudah punya pengalaman mengelola kekeringan dan memastikan ada suplai. Tantangannya, kalau ada truk tangki, ambil air dari mana? Bisa maksimalkan dari PDAM atau lokasi sumber air yang bisa digunakan,” tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Doni SetiawanSumber : RADAR BLITAR