Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Beras di Kota Blitar Masih Mahal, Satgas Pangan Cek Stok di Pasar

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 19:45 WIB

 

CERMATI: Polisi beserta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar mengecek stok dan harga besar di pasaran,
CERMATI: Polisi beserta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar mengecek stok dan harga besar di pasaran,

BLITAR - Polisi beserta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar mengecek stok dan harga besar di pasaran, Jumat (20/10/2023). Pengecekan dilakukan untuk memastikan keamanan stok dan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pasar Pon menjadi pasar tradisional yang diperiksa Satgas Pangan Polres Blitar Kota dan disperindag. Salah satu beras yang dicek adalah beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan).

"Hasilnya, baik stok maupun harga beras terpantau aman. Harga penjualan tertinggi beras mencapai Rp 54.500 per 5 kg," kata Kanit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Blitar Kota, Ipda Yuno Sukaito, Jumat (20/10/2023).

Yuno menjelaskan, beras SPHP masih terpantau dijual di pasaran. Harga jualnya telah disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 10.900 per kilogram (kg). "Pedagang rutin mendapat pasokan beras SPHP seminggu dua kali. Beras itu dari Bulog untuk dijual kepada masyarakat," ungkapnya.

Satgas pangan dan dinas terkait terus memantau dan mengawasi kondisi stok dan harga beras di pasaran. Khususnya penjualan beras SPHP agar tepat sasaran di masyarakat.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Pon, Oen Hu mengatakan, harga beras terpantau masih mahal. Harga beras medium berkisar Rp 12.500 per kg, sedangkan beras medium dijual dengan harga Rp 13.500 per kg.

Meski begitu, peminat beras SPHP cukup tinggi. Sebab, harga jual beras dari Bulog terjangkau di masyarakat. Karena itu, dia berharap pasokan beras SPHP ditingkatkan karena harganya relatif terjangkau. "Saya sekarang mendapat pasokan beras SPHP dua kali seminggu. Totalnya 60 sak," ujarnya.

Sebelumnya, beras SPHP dipasok sekali dalam seminggu. Dalam beberapa hari, beras tersebut ludes terjual. "Kalau bisa kuotanya ditingkatkan. Daya beli masyarakat cukup tinggi," tandasnya. (sub/c1)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#harga beras #disperdagin kota blitar #blitar