BLITAR - Gelaran pesta demokrasi kurang dari 4 bulan lagi. Tak pelak, para penyelenggara pemilihan umum pun kian sibuk. Begitu juga, blusukan pondok pesantren untuk optimalisasi partisipasi pemilih harus dilakukan.
Minggu (22/10/2023), KPU Kabupaten Blitar nonton bareng ratusan santri di Pondok Pesantren Roudlotul Mutaalimin di Desa Minggirsari.
Film berjudul Kejarlah Janji produksi KPU itu menjadi tayangan yang disajikan. “Kita semua tahu bahwa santri itu berbeda dengan pemilih pada umumnya. Mereka mukim di pondok sehingga akses informasinya berbeda,” kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Blitar, Mohammad Bahaudin.
Menurutnya, film ini tidak hanya menjadi tontonan dan hiburan. Sebaliknya, memiliki muatan atau sebagai sarana penyebarluasan informasi Pemilu 2024.
Dengan begitu, diharapkan berdampak positif untuk peningkatan partisipasi masyarakat nanti.
“Melalui film ini kami berharap pesan pemilu dan ajakan menggunkan hak pilih bisa lebih mudah di pahami,” katannya.
Dia mengungkapkan, banyak lembaga pendidikan agama yang kini juga memberikan edukasi atau satu paket dengan pendidikan umum.
Hanya saja, lingkungan ini perlu pendekatan yang berebeda. “Kami juga lakukan sampling, ternyata tidak semua pemilih pemula ini tahu bahwa mereka sudah memiliki hak untuk menggunakan suara. Karena itu pula, kami akan lakukan sosialisasi secara intens untuk lingkungan pondok pesantren,” tegas dia.
Bahaudin menambahkan, dalam pemilu nanti tidak ada TPS khusus di Bumi Penataran. Artinya, penyelenggara pemilu tidak menyediakan sarana untuk penggunaan suara di pondok pesantren.
Karena itu, pihaknya berharap pengasuh pondok pesantren nantinya memberikan izin kepada para santri di momen pemungutan suara nanti.
“Karena di momen itu nanti semua aktivitas kan diliburkan juga, jadi harapan kami nanti pondok juga memberikan kesempatan agar pemilih pemula ini bisa menggunakan hak suaranya,” jelasnya. (hai/c1)
Editor : Doni Setiawan