BLITAR - Narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) turut menjadi sasaran pemilih pada Pemilu 2024 mendatang. Sejumlah persiapan tengah dilakukan untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini.
Kepala Lapas Kelas II B Blitar Gatot Tri Raharjo mengatakan sudah melakukan beberapa persiapan. Salah satunya membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendata daftar pemilih tetap (DPT) warga binaan.
“Sudah di data, dan semua warga binaan di sini punya hak pilih. Totalnya 495 jiwa,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Rencananya ada dua tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan. Sebab, satu TPS cukup untuk 350 orang, sedangkan di lapas ada 495 orang.
Meski DPT sudah ditetapkan, Gatot mengatakan data tersebut akan selalu di-update sampai menjelang pemilu. Sebab, animo di lapas seperti sirkulasi alias keluar masuk. “Dalam waktu satu tahun pasti ada orang yang keluar atau masuk,” ujarnya.
Kemudian untuk pengenalan calon legislatif (caleg), sebelum pemilihan akan ditempelkan di masing-masing blok hunian. Dengan begitu, warga binaan bisa mengenal masing-masing caleg dan bisa menentukan pilihan masing-masing.
Proses pemilu akan berlangsung seperti pada umumnya. KPPS langsung ditunjuk oleh KPU setempat.
Selain itu, juga melibatkan petugas lapas, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan saksi dari masing-masing partai.
Perhitungan, lanjut dia, juga langsung dilakukan di lapas pada hari yang sama. “Bahkan sampai malam akan tetap dilayani sampai selesai,” pungkasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan