Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cegah Tingginya Perokok di Sekolah, Maksimalkan KTR Bisa Jadi Solusi

Mila Inka Dewi • Senin, 30 Oktober 2023 | 20:00 WIB

 

ilustrasi dilarang merokok
ilustrasi dilarang merokok

BLITAR - Mencegah tingginya perokok pada anak usia sekolah perlu menjadi tugas bersama antara guru dan orang tua. Salah satunya dengan menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah.

Adanya aturan tersebut ditujukan kepada siapa saja yang berada di lingkungan sekolah. Mulai dari siswa, guru, atau petugas lain. Jika ingin merokok harus di luar lingkungan sekolah.

Hampir semua sekolah di Kota Blitar sudah menerapkan KTR. Namun, masih ada sebagian orang yang kurang memahami aturan tersebut. Tak jarang ditemui orang tua yang menjemput anak sambil merokok.

“Dengan kondisi masuk ke lingkungan sekolah. Padahal sudah jelas ada tulisan kawasan bebas rokok,” ujar Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar, Adi Tjahjono.

Maka dari itu, lanjut dia, perlu sinergi dan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua. Jika melihat ada guru yang merokok di sekolah bisa melapor ke disdik dengan menyertakan bukti yang kuat. “Bisa difoto dan dikirimkan ke kami, baik guru bahkan kepala sekolah,” imbuhnya.

Nah, jika ada yang melanggar sejatinya tidak ada sanksi tertulis, tetapi di awal akan ditegur dan diingatkan.

Jika masih mengulangi hal yang sama, otomatis terkena sanksi sosial atau terisolasi dengan sendirinya. Sebab, mayoritas guru sudah memahami aturan tersebut.

KTR telah mendapat monev dari puskesmas setempat. Ada 11 indikator KTR. Seperti tidak ada asbak di sekolah, tidak ditemukan puntung rokok, asap, hingga bau rokok.

Selain itu, ada spanduk atau tulisan yang menegaskan bahwa sekolah menerapkan KTR. Namun, spanduk maupun banner sifatnya hanya imbauan.

Karena itu, terkadang kurang maksimal dan masyarakat terkesan menyepelekan. Artinya, harus ada tindakan tegas agar aturan tersebut bisa berfungsi secara masif.

Orang tua harus bisa memberikan contoh perilaku yang baik. Sebab, anak cenderung meniru perilaku orang tua.

“Yang sulit kalau ayahnya merokok, sehingga menimbulkan rasa penasaran dan akhrinya coba-coba merokok,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#dibawah umur #no smoking #perokok #blitar #pelajar