BLITAR – Pengembangan sektor pariwisata di Kota Blitar terus dimaksimalkan. Tahap demi tahap pembangunan fasilitas pendukung dipenuhi.
Rencananya, tahun ini pemerintah kota (Pemkot) Blitar mengembangkan kawasan wisata Bumi Bung Karno. Di tahap awal, pemkot akan mempercantik area city walk akses menuju wisata Makam Bung Karno.
”Jadi, nama brandingnya nanti tidak lagi kawasan makam Bung Karno (MBK), tetapi diubah menjadi kawasan wisata Bumi Bung Karno,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Edy Wasono kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (30/10/2023).
Sebagai rencana awal, pemkot membangun gapura di pos masuk city walk. Gapura akan dibangun dengan tampilan ikon wisata Bumi Bung Karno. Salah satunya replika cungkup makam Bung Karno.
”Selain gapura, nanti kami tambah fasilitas lampion hias di sepanjang city walk. Keberadaan lampion tersebut diharapkan mempercantik suasana malam hari terutama di kawasan city walk atau pedestrian,” terangnya.
Karena anggaran terbatas, pembangunan lampion hias city walk hanya dilakukan di titik tertentu.
Yakni, dibangun mulai pos hingga pintu masuk MBK sisi barat. Disbudpar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 85 juta untuk mengerjakan proyek tersebut.
Edy mengaku, pengembangan lampion hias di city walk memang tidak bisa dilakukan maksimal. Sebab, anggaran dari disbudpar terbatas.
“Yang pasti, kami punya komitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata secara bertahap di Kota Blitar. Meskipun, dengan anggaran terbatas,” ujarnya.
Tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan wisata Bumi Bung Karno adalah menghidupkan suasana malam hari.
Terutama di kawasan city walk dan sekitarnya. Dengan hidupnya wisata malam, maka sektor ekonomi kreatif juga ikut menggeliat.
Disbudpar menargetkan, pembangunan gapura dan lampion hias di city walk selesai tahun ini. Jika ada alokasi anggaran tak menutup kemungkinan melanjutkan pembangunan lampion di tahun depan.
“Tahun ini kami juga membangun kanopi di depan ruang transit makam. Sehingga ketika ada pengunjung atau tamu pejabat tidak kepanasan,” tandasnya. (sub)
Editor : Doni Setiawan