BLITAR – Ada yang baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi. Instalasi Bedah Sentral (IBS) rumah sakit pemerintah ini memiliki laparoskopi. Konon layanan anyar ini mempermudah penanganan penyakit di area perut dan panggul.
Dokter spesialis bedah IBS RSUD Ngudi Waluyo, dr. Primana Setya Nugraha, MPH. Spb mengatakan bahwa layanan laparoskopi sudah di ada sejak Juni lalu. Hingga saat ini sudah ada sekitar 6 pasien yang menikmati fasilitas tersebut.
“Laparoskopi ini bisa menangani penyakit seperti usus buntu, kantung empedu dan hernia. Sebelumnya untuk menangani penyakit tersebut, harus membedah perut sepanjang 5 centi meter (cm). Dengan laparoskopi hanya butuh sekitar 1 cm saja,” ujar Prima.
Dia menjelaskan, laparoskopi ini merupakan tindakan operasi seperti pada umumnya. Namun untuk sayatannya atau irisannya hanya 1 cm dan 0,5 cm dengan alat bedah bernama trokar.
Lubang satunya untuk memasukkan kamera, karena mata dokter terbatas, sehingga diperlukan alat bantu tindakan laparoskopi ini. Layanan ini juga meminimalisir rasa sakit setelah tindakan operasi.
Hingga saat ini layanan laparoskopi sudah menangani 6 pasien dari usia muda sampai lansia.
Bahkan pernah menangani laparoskopi untuk anak-anak dan rata-rata sudah menangani pasien usia 10 tahun ke atas.
Prima menceritakan pasien laparoskopi pertamanya mengakui bahwa kondisi setelah operasinya cepat membaik. Pasien itu merasakan bekas lukanya kecil dan langsung ingin berkegiatan di rumah.
“Layanan laparoskopi di RSUD Ngudi Waluyo ini, merupakan yang pertama di Blitar Raya. Selain itu, proses laparoskopi ini kurang lebih 1 jam tergantung kondisi pasien. Alhamdulilah sampai sekarang hasilnya terus memuaskan,” ungkapnya.
Prima berharap layanan laparoskopi di Instalasi Bedah Sentral ini bisa berkembang lebih pesat. Sehingga angkat kesakitannya menurun dan waktu rawat inapnya semakin pendek, otomatis pasien segera sembuh dan beraktivitas. (jar/hai)
Editor : Doni Setiawan