Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dituntut Mengikuti Perkembangan IT, Santri Milenial di Kota Blitar Wajib Kuasai Semua Sektor

Mila Inka Dewi • Rabu, 1 November 2023 | 16:45 WIB
TAAT: Para santri ponpes Nurul Ulum mengikuti pembelajaran di ponpes.
TAAT: Para santri ponpes Nurul Ulum mengikuti pembelajaran di ponpes.

BLITAR - Menjadi santri di era perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, selain mempelajari ilmu-ilmu agama, santri milenial dituntut untuk menguasasi berbagai sektor.

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (KASI PAKIS), Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar, Masrur mengatakan secara istilah santri adalah semua orang yang menuntut ilmu. Seorang Kyai juga disebut santri karena sebelumnya juga berguru kepada seorang Kyai atau gurunya.

Menurut dia, santri kini tidak hanya menguasai ilmu agama. Namun, diharapkan juga harus menguasai berbagai sektor. Sebab, santri sebagai penerus masa depan mempunyai tantangan yang lebih berat daripada santri zaman dahulu.

“Oleh karena itu, santri harus bersiap mengadapi tantangan kemajuan teknologi dan lainnya,” katanya.

Keberadaan pesantren di Kota Blitar mayoritas berbasis pendidikan formal. Seperti terdapat Madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah. Artinya, perkembangan teknologi bisa dipelajari ketika di sekolah. Sehingga, diharapkan setelah lulus dari pondok, tidak hanya mampu mengajar agama. Pun bekerja di berbagai bidang.

Namun, perkembangan teknologi juga harus diimbangi dengan pengawasan. Sebab, usia remaja terkadang belum bisa memfilter konten-konten yang sesuai dengan usia mereka. Selain itu, juga belum bisa membedakan antara kritik yang membangun dan yang bersifat cemoohan.

Masrur menekankan kepada semua santri, bahwa mereka harus berbangga diri dan bersyukur. Sebab, eksistensi santri diakui oleh pemerintah dengan diresmikannya Hari Santri setiap 22 Oktober. Santri harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Karena perkembangan media jangan mudah termakan oleh informasi hoaks, yang mana bisa menimbulkan perpecahan antar umat. Santri harus bisa menjaga kesepakatan nasional yakni NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Apalagi memasuki tahun politik santri harus bisa bersikap dewasa,” pungkasnya. (ink/sub)

Editor : Doni Setiawan
#ponpes #santri #perkembangan teknologi #blitar hari ini #blitar #it