Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jadi Andalan Petani, Air Embung Jatimalang Kota Blitar Susut, Kondisi Sungai di Sekitar Lebih Mengenaskan

M. Luki Azhari • Kamis, 9 November 2023 | 19:00 WIB

 

SURUT: Kondisi debit air embung di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, yang menyusut akibat musim kemarau, Selasa (7/11).
SURUT: Kondisi debit air embung di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, yang menyusut akibat musim kemarau, Selasa (7/11).

BLITAR- Hampir sepekan terakhir, Embung Jatimalang di Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, mengering saat kemarau ekstrem. Selama ini, embung tersebut menjadi andalan sumber pengairan sawah warga setempat.

Surutnya air Embung Jatimalang membuat petani resah. Sebab, pasokan air ke lahan pertanian terus berkurang. Kemarau ekstrem menjadi salah satu penyebabnya.

Salah seorang petani, Purwito menyebut, selama ini sebagian pengairan sawahnya mengandalkan ketersediaan air dari Embung Jatimalang. Praktis, saat debit air embung surut, distribusi air ke sawah terbatas. Kondisi ini juga diperparah dengan kemarau ekstrem sehingga sungai yang ikut mengering.

“Kalau tanaman jagung, palawija, itu memang tidak terlalu butuh banyak air. Tapi setidaknya tetap butuh sedikit untuk pertumbuhan,” ujarnya, Rabu (8/11/2023).

 Baca Juga: Lahan Pertanian Kering di 3 Kecamatan di Kota Blitar, Kondisi Embung Mengenaskan, Petani Putar Otak

Proyek Embung Jatimalang yang digarap pada 2016 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (Kemen PUPR) itu memang bermanfaat bagi petani setempat. Terlebih, saat memasuki musim tanam padi.

Pria 50 tahun ini mengaku, sejak kali pertama rampung dibangun pada 2020 lalu, embung tersebut tidak pernah mengalami kekeringan. Bahkan, saat musim kemarau sebelumnya, ketersediaan air di embung masih terjaga.  “Baru kali ini surut. Mungkin saking panas cuacanya. Belum lagi, sungai-sungai kecil yang mengalir di sawah juga mati,” katanya.

Dia berharap musim hujan segera tiba sehingga debit air embung kembali naik. Dia juga meminta pemangku kebijakan bisa melakukan perawatan embung sehingga potensi menipisnya air saat musim kemarau kecil. “Supaya tidak sampai kering seperti ini,” ujarnya.

 Baca Juga: Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani di Blitar Diimbau Optimalkan Fungsi Embung-Sumur Bor

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar Suharyono menjelaskan, wewenang pengelolaan Embung Jatimalang itu ada pada Pemprov Jatim.

Pemkot Blitar tidak memiliki kewenangan untuk mengelola embung di kelurahan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar itu. “Iya, saat ini kewenangan provinsi. Kami bisa mengelola setelah ada berita acara penyerahan pengelolaan,” ungkapnya.

Apabila pengelolaan embung diserahkan ke Pemkot Blitar, pihaknya bakal mengoptimalkan fungsi embung sebagai penampungan air dari berbagai sumber.

Baca Juga: Puncak Kemarau, Kualitas Udara di Tulungagung Menurun, DLH Beri Langkah untuk Mencegah

“Perlu penghijauan juga untuk meminimalisasi kekeringan. Pentingnya menggalakkan sumur resapan supaya sumur tidak kering dan diperlukan saat musim kemarau seperti ini,” tuturnya.

Suharyono akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merealisasikan rencana tersebut. Melibatkan dinas terkait dan masyarakat lantaran sebagian tanah tepi embung milik warga.

“Dibahas dulu nanti, supaya tidak terjadi seperti ini. Untuk tahun depan, apa program yang bisa dilakukan di sana,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#kemarau ekstrem #embung jatimalang #Kota Blitar