BLITAR - Memerangi kemiskinan dan kebodohan, menjadi poin penting dalam peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Sekilas, masalah kemiskinan bisa diselesaikan dengan menanggulangi kebodohan. Namun, butuh upaya luar biasa untuk mengentaskan kebodohan tersebut.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa itu sudah digaungkan sejak kemerdekaan puluhan tahun silam. Tapi hingga kini, kita masih tertinggal jika dibandingkan dengan yang lain,” ujar aktivis antikorupsi, Mohammad Trijanto.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa kebodohan dan kemiskinan tidak mungkin dituntaskan dalam waktu singkat.
Harus ada perencanaan dan strategi yang baik serta komitmen untuk menanggulangi masalah ini.
Hal itu memang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, pemerintahlah yang memiliki banyak sarana dan fasilitas untuk mengurai persoalan tersebut.
Berbicara komitmen dan semangat, pria yang juga Wakil Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS) Indonesia ini mencontoh para petani.
Menurutnya, sejak dulu petani memegang peran penting dalam peradaban, meskipun itu belum sebanding dengan kesejahteraan mayoritas para penggarap lahan tersebut.
Ada banyak persoalan yang harus dituntaskan untuk menghasilkan produksi pertanian. Mulai keterbatasan lahan, kelangkaan pupuk, hingga harga jual produksi yang di luar ekspektasi.
“Tapi yang mereka lakukan sangat luar biasa. Terus berkarya meski banyak rintangan yang harus mereka hadapi dan selesaikan,” katanya.
Baginya, momen Hari Pahlawan tahun ini sangat tepat dijadikan sebagai sarana introspeksi. Utamanya, merefleksi semangat dan perjuangan para petani dalam mengupayakan keberlangsungan masa depan.
Dia menegaskan, semangat yang dicontoh dari petani bukan sikap legawa dan nerimo. Namun, ketekunan, keuletan, dan kesabaran dalam melaksanakan tugas sebagai seorang penjaga keberlangsungan kehidupan.
“Saya bangga bisa hidup berdampingan dan mendukung semua aktivitas para petani dan orang-orang pinggiran yang kuat dan tidak pernah menyerah itu selama ini,” tandasnya. (*/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan