TULUNGAGUNG- Butuh 24 jam pasca hilang tersapu ombak Pantai Sanggar, jenazah Nanda Krisdianto, warga Lingkungan 8 Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, akhirnya ditemukan Senin (13/11/2023). Lokasi penemuan wisatawan hilang pun tidak jauh dari pantai tempat hilangnya korban di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung itu.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, proses pencarian wisatawan hilang di Pantai Sanggar Tulungagung dilakukan sejak Senin pagi. Yakni dengan menyisir lokasi tempat hilangnya pemuda 19 tahun tersebut. “Hasil pencarian pada pagi masih nihil, karena terkendala cuaca. Tadi itu hujan,” jelasnya Senin (13/11/2023).
Kondisi cuaca di lokasi pencarian wisatawan hilang sekitar di Pantai Sanggar Tulungagung memang tidak menentu. Bahkan akibat hujan membuat jarak pandang petugas yang terbatas. Lalu untuk tim pencarian yang di darat, melakukan pencarian dengan pemantauan di beberapa titik ketinggian.
Kendati demikian, proses pencarian wisatawan hilang masih tetap berlanjut. “Nah kalau hujan untuk tim pencarian di darat itu melakukan pemantauan di ketinggian pasti berlindung. Ya karena ada potensi petir,” paparnya.
Radius set area dalam proses pencarian tersebut dilakukan sejauh 1 hingga 3 mill dari lokasi kejadian di Pantai Sanggar Tulungagung. Kemudian pihaknya mengerahkan sebanyak 30 personel dari tim SAR gabungan dalam proses pencarian tersebut. “Radius pencariannya sekitar 1 hingga 3 mil dari lokasi kejadian,” ucapnya.
Saat hendak melanjutkan proses pencarian wisatawan hilang, tim gabungan pun mendapat kabar dari nelayan setempat mengenai keberadaan jenazah Nanda. Karena lokasi yang cukup sulit, akhirnya tim memilih untuk turun ke laut melalui Pantai Sine di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. “Dengan ditemukannya jenazah Nanda, otomatis operasi pencarian langsung dihentikan,” ujarnya.
Sebelumnya, korban Nanda Krisdianto hilang setelah bermain dan menikmati ombak dengan tiga orang temannya di tebing tepi pantai Sanggar Tulungagung. Ketika wisatawan ini di lokasi terdapat ombak besar yang menyapu keempat wisatawan tersebut.
Akibatnya satu wisatawan hilang diduga terseret ombak dan ketiga wisatawan lainnya berhasil selamat. “Mereka datang berempat dengan sepeda motor. Tapi mereka main ke tebing, yang sebenarnya terlarang untuk didatangi,” tutup Kepala Desa Jengglungharjo, Rudi Santoso. (ziz/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah