BLITAR – Toni Hartono, petani Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, tidak menduga ada temuan mortir di sawahnya. Benda berbahaya itu diduga peninggalan masa lampau yang ternyata masih bertahan sampai sekarang.
Polres Blitar masih menyelidiki apakah temuan mortir yang dimaksud untuk memastikan jenisnya.
Toni mengaku, dia sedang menebar pupuk di lahan sawahnya. Selang beberapa waktu dia terkejut mendapati sebuah benda berukuran panjang sekitar 15 sentimeter (cm) tergeletak di lahannya yang ternyata sebuah mortir.
“Ketika menebar pupuk ada benda aneh. Saat saya lihat ternyata mortir tergeletak di tanah. Setelah itu saya langsung lapor kepada kepala desa untuk ditindaklanjuti. Saya tidak mengetahui aktif tidaknya benda itu,” ujar Toni.
Kepala Desa Sumberjo Panji Bangun Swandaru menjelaskan bahwa pemdes telah melaporkan temuan itu kepada polisi dan TNI. Tidak lama kemudian, petugas aparat hukum langsung mendatangi lokasi.
Dari hasil koordinasi dengan anggota Polsek Lodoyo Barat, temuan mortir tersebut telah ditangani oleh tim Jihandak Polda Jawa Timur. Agar tidak membahayakan warga, petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan mortir.
“Mortir saat ini sudah dievakuasi oleh polisi. Kalau secara fisik, panjangnya mencapai 15 cm dari sayap hingga pucuknya,” ungkap Panji.
Sementara itu, Kapolsek Lodoyo Barat, Iptu Dwi Purwanto mengatakan kepastian aktif atau tidaknya mortir yang baru ditemukan masih perlu menunggu hasil pemeriksaan oleh tim Jihandak Polda Jawa Timur.
Lantaran beberapa jam setelah laporan penemuan mortir, tim Jihandak Brimob langsung tiba ke lokasi. Untuk membawa mortir tersebut dan nantinya akan diperiksa status benda tersebut.
“Untuk saat ini lokasi penemuan telah dipasangi garis polisi, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan hingga Minggu sore ini kami belum dikabarkan hasil pemeriksaan mortir itu,” pungkasnya. (jar/dit)
Editor : Doni Setiawan