BLITAR - Ahmad Muadip, 36, mulai menekuni dunia pembibitan alpukat sejak masih sekolah. Aktivitas ini merupakan rutinitas di lingkungan keluarga sejak dulu di Kabupaten Blitar.
“Pada awal usaha pembibitan alpukat di Blitar ini saya sering gagal. Dari 100 bibit yang berhasil hanya sekitar 30 bibit saja,” ujarnya.
Dengan ketekunannya, Muadip menemukan cara yang tepat untuk bisa membuat pembibitan alpukat sendiri secara maksimal. Dia mulai mengembangkan bisnisnya di Blitar lewat penawaran di dinas dan instansi terkait. Di samping itu dia juga memasarkanya secara mulut ke mulut. “Saya tidak mempunyai divisi khusus (marketing, Red), semuanya saya handle sendiri,” katanya.
Saat ini ada banyak jenis hasil pembibitan alpukat yang dibudidayakan Muadip. Mulai dari lokalan hingga varietas dari beberapa negara lain. Setidaknya ada 30 varietas dengan 10 unggulan. “Saat ini ada sekitar 35 ribu bibit, untuk perawatan saya dibantu beberapa pekerja,” pungkasnya. (san/hai)
Editor : Doni Setiawan