BLITAR – Ikhtiar pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kembali berbuah manis. Dokter umum instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi Blitar didapuk sebagai tenaga kesehatan teladan oleh Pemerintah Provinsi Jatim. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-59, di Orchid Hotel Batu, Kamis (16/11/20223).
Bupati Blitar Hj Rini Syarifah mengucapkan terima kasih RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar sekaligus selamat kepada dr Merisa Purnama Sari. Prestasi yang diraih sebagai Dokter Teladan III tersebut bisa menjadi pemacu semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tidak hanya bagi penerima penghargaan, tapi juga dokter-dokter yang lain.
“Tujuannya tidak lain dengan adanya RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar serta fasilitas kesehatan publik lainnya, agar derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Blitar cepat meningkat,” katanya.
Mak Rini -sapaannya- berharap prestasi dan inovasi ini harus menular di bidang-bidang lain. Sebab, hal ini secara otomatis berdampak pada pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, dr Endah Woro Utami mengatakan, peningkatan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Ini sejalan dengan evaluasi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026. “Kami selalu melakukan pembinaan dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM,” tuturnya.
Woro menegaskan, peningkatan kapasitas SDM menjadi kewajiban. Karena itu, setiap tahun pihaknya menjadwalkan 65 persen SDM yang ada di RSUD Ngudi Waluyo Blitar untuk mengikuti pelatihan, diklat, ataupun pendidikan informal lainnya.
“Jadi sudah dijadwalkan. Minimal mereka mengikuti kegiatan pembinaan atau pelatihan itu 20 jam dalam satu tahun. Ini juga disesuaikan dengan training need analysis (TNA). Artinya, peningakatan kapasitas ini disesuaikan dengan arah kebijakan dalam pengembangan pelayanan,” katanya.
Dia menambahkan, ada proses dan penilaian yang njelimet sebelum Pemprov Jatim memberikan predikat tenaga kesehatan teladan kepada dr Merisa Purnama Sari. Tidak hanya dari sisi profesionalitas, tapi juga inovasi yang sudah dilakukan sehingga menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Ini juga melalui serangkaian ujian dari Pemprov Jatim. Mulai administrasi hingga presentasi,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap personel pelayanan harus memiliki semangat untuk meningkatkan kapasitas diri. Sebab, tuntutan kebutuhan pelayanan masyarakat juga terus mengalami peningkatan.
“Pengembangan diri ini tidak hanya menunggu fasililitasi dari pemerintah, tapi juga secara mandiri. Saat ini ada banyak sarana yang bisa dimanfaatkan. Tujuannya agar semakin profesional dan bisa membawa manfaat untuk masyarakat,” tandasnya. (*/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan