Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kawasan Wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar Terus Dikembangkan untuk Tingkatkan Magnet Kunjungan, Ada Dua Prioritas Pengembangan

Mila Inka Dewi • Sabtu, 18 November 2023 | 03:00 WIB

 

JUJUKAN WISATAWAN: Pusat oleh-oleh yang berada di utara Makam Bung Karno yang selalu dilewati pengunjung.
JUJUKAN WISATAWAN: Pusat oleh-oleh yang berada di utara Makam Bung Karno yang selalu dilewati pengunjung.

TULUNGAGUNG- Kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK) menjadi ikon pariwisata di Kota Blitar. Destinasi wisata sejarah dan religi itu tak hentinya jadi daya magnet wisatawan dari berbagai daerah.

Karena itulah, Pemkot Blitar getol untuk mengembangkan kawasan wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar. Mulai tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar menyiapkan kajian pengembangan wisata Makam Bung Karno. Dengan begitu, tahun depan bisa segera terealisasi.

Beberapa spot di wisata Makam Bung Karno di Kota Blitar yang dikembangkan di antaranya adalah citywalk dan pusat oleh-oleh. Kemudian, membuat road map atau jalur keluar-masuk pengunjung. Rencananya, citywalk dibuat menjadi dua jalur agar pengunjung yang melintas lebih tertata.

Pengunjung yang datang dengan memanfaatkan becak bisa langsung turun di area pusara wisata Makam Bung Karno. Selain itu, ada tambahan lampu hias di citywalk untuk menambah penerangan dan mempercantik susana ketika malam. “Sehingga, maupun siang atau malam akan ramai pengunjung. Kami sudah siapkan kajian dan rutenya,” ungkap Kepala Disbudpar Kota Blitar Edy Wasono kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat  (17/11/2023).

Selain kawasan citywalk di wisata Makam Bung Karno, Disbudpar Kota Blitar juga menyiapkan kajian untuk mengembangkan pasar pusat oleh-oleh yang ada di utara area MBK. Pihaknya tak menampik bahwa kondisi lorong pasar oleh-oleh cukup sempit.

Menurut Edy, kondisi tersebut memang sudah lama. Karena itu, dinas berkomitmen untuk menata ulang pasar oleh-oleh tersebut menjadi lebih rapi dan sesuai dengan perencanaan. "Memang, penataan tidak serta-merta kami lakukan begitu saja. Harus ada perencanaan dan kajian yang matang," ujarnya.

Sebab, lanjut dia, area wisata Makam Bung Karno merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. "Destinasi wisata ini telah menjadi ikon Kota Blitar. Kita harus menjaganya dengan baik," imbuhnya.

Tahun ini, Disbudpar Kota Blitar sudah menyiapkan kajian agar pengembangan wisata di area wisata Makam Bung Karno bisa segera direalisasikan. Targetnya, tahun depan bisa dimulai. Mulai dari citywalk hingga pasar pusat oleh-oleh.

Disbudpar Kota Blitar berkomitmen untuk melakukan pengembangan wisata demi kenyamanan dan keamanan pengunjung. Harapannya seusai berziarah di makam Sang Proklamator bisa berburu buah tangan khas Blitar dengan nyaman, tanpa perlu berdesak-desakan dengan pengunjung lain.

“Kami siap menindaklanjuti masukan yang ada, meski dengan anggaran yang terbatas. Kajiannya sudah ada, tinggal realisasi tahun depan,” tegasnya.

Pengembangan sektor wisata khususnya di Makam Bung Karno tersebut tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan kunjungan yang meningkat, otomatis akan berdampak positif terhadap pelaku ekonomi kreatif di sekitar dan pendapatan daerah. (ink/c1/sub)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#wisata makam bung karno #Kota Blitar