BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar perlu melakukan langkah evaluasi strategis atas kinerja sepanjang 2023.
Apalagi, agenda pemilu serentak tahun ini menjadi tantangan tersendiri. Tak menutup kemungkinan sektor perekonomian bakal terimbas di tahun politik ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar Tri Iman Prasetyono menjelaskan, peningkatan sektor ekonomi jadi salah satu fokus Pemkot Blitar pada 2024.
Namun, hal itu tidak mudah diprediksi lantaran bersamaan dengan bergulirnya kontestasi politik mulai dari pilpres, pemilihan gubernur (pilgub), hingga pemilihan wali kota (pilwali). Ada potensi ekonomi di sejumlah bidang yang mengalami pasang surut.
“Jadi, kami juga agak sulit memprediksi. Sebab, 2024 ada agenda besar. Mungkin karena ada beberapa bulan yang digunakan untuk persiapan itu akan berpengaruh kepada ekonomi daerah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (29/12/2023).
Meski begitu, tetap ada sektor lain yang berpotensi mengalami kenaikan pada momen tahun politik. Misalnya, sektor publikasi. Sementara di lini pariwisata diprediksi kurang bergairah.
"Saya kira karena ini proses politisasi itu ada beberapa hari yang off. Mungkin dampak masa tenang, pencoblosan. Paling tidak di antara masa-masa itu ada penurunan,” jelasnya.
Merujuk data laju pertumbuhan ekonomi Bumi Bung Karno, dalam kurun tiga tahun terakhir mengalami tren yang positif.
Pada 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi minus 2,28 persen akibat pandemi Covid-19. Setahun setelahnya, sektor ekonomi perlahan pulih dan naik menjadi 4,28 persen. Lantas pada 2022 menjadi 5,27 persen.
Kota Blitar masih tetap mengandalkan sektor perdagangan, ekonomi mikro, dan ekonomi kreatif.
Pun mengoptimalkan kemajuan kualitas usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang kian menjanjikan.
Momen awal 2024, diharapkan proses pembangunan dasar transformasi ekonomi dari konvensional menuju digitalisasi dapat terwujud.
“Memang ada UMKM yang kini sudah menerapkan digitalisasi. Ada juga yang masih berproses dari konvensional,” tuturnya.
Pada 2024 ini fokus pembangunan pemkot mengusung tema pemerataan infrastruktur dan lingkungan hidup.
Pemkot berupaya meningkatkan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), sanitasi drainase, dan septic tank.
Pemkot dan PDAM Tirta Patria telah mengajukan target pemasangan saluran air minum sebanyak 500 saluran untuk masyarakat.
Ini selaras dengan instruksi presiden (inpres) terkait pengembangan saluran penyediaan air minum (SPAM). Kebijakan ini turut termaktub pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024.
“Ada rencana bantuan dari pusat untuk sambungan air minum gratis. Pemasangan gratis, tapi tetap membayar tiap bulan. Masih menunggu info lebih lanjut dari pusat,” jabarnya.
Dari proses pembangunan infrastruktur yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Blitar 2021-2026, terdapat kebijakan wali kota tentang pembangunan setiap tahun pada masing-masing wilayah kecamatan.
Kendati demikian, pada tataran internal Kota Blitar, pembangunan proyek fisik sepanjang tahun anggaran 2023 belum sepenuhnya mulus.
Meski akhirnya rampung, faktanya, sebagian proyek menunjukkan progres minus. Pihaknya menargetkan progres pembangunan infrastruktur tahun ini lebih baik dari 2023.
“Tahun ini memang prosesnya agak terlambat. Jadi, kontrak mendekati akhir tahun. Mungkin tahun depan kami evaluasi, proses pengadaan barang jasa lebih awal,” tandasnya.***
Editor : Luqman Hakim