Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sinyo, Korban Pembunuhan di Kota Blitar Pendam Orientasi Menyimpang, Pihak Keluarga Jelaskan Begini...

M. Luki Azhari • Sabtu, 6 Januari 2024 | 01:31 WIB
TAK TERAWAT: Kondisi teras rumah sekaligus selter hewan milik korban Sinyo, warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, kamis (4/1). Korban tewas di tangan pekerjanya sendiri.
TAK TERAWAT: Kondisi teras rumah sekaligus selter hewan milik korban Sinyo, warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, kamis (4/1). Korban tewas di tangan pekerjanya sendiri.

BLITAR - Garis polisi masih membentang di gerbang pintu masuk selter milik korban diduga pembunuhan di Kota Blitar, kemarin (4/1/2024) siang.

Suasana sepi tergambar jelas di muka gerbang. Jawa Pos Radar Blitar ini mengintip kondisi teras rumah dari celah-celah pintu yang rusak.

Kondisi di balik pagar begitu memprihatinkan. Empat hingga lima ekor anjing bebas berkeliaran.

Hunian bernuansa kombinasi kuning-hijau ini tampak tak terurus. Di depan teras, terdapat bangunan menyerupai kios.

Keadaan pintu dan perabotan di dalamnya berantakan. Lalu, kursi kayu serta karung bekas pakan anjing juga menumpuk.

Adapun, pintu menuju ruang tamu terbuka lebar. Tak ada aktivitas berarti di rumah ini. Di area lain, tiga unit motor seolah dibiarkan begitu saja berada di bawah derasnya hujan.

 Baca Juga: 4 Kecamatan di Kabupaten Blitar Diterjang Anging Kencang, BPBD Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Gonggongan anjing di dalam area khusus terdengar keras. Sejumlah anjing itu seperti merespons kedatangan kami.

Rencananya, rumah yang dijadikan selter hewan oleh korban akan dibersihkan oleh saudara korban.

Termasuk, rencana menyerahkan anjing dan kucing kepada selter lain yang lebih mampu menjamin kesejahteraan hewan. Keputusan membangun selter itu, tak lepas dari Sinyo yang teramat suka dengan anabul.

Hal itulah yang disinyalir keluarga, membuat sikap Sinyo cenderung membatasi diri dari lingkungan.

“Kepribadiannya tertutup. Karena mungkin lahir dengan sifatnya beda dari yang lain. Dengan keluarga, sebenarnya ya orangnya fair, mudah bergaul,” ungkap kakak korban, Joko Soekrisno.

 Baca Juga: Agar Sesuai Ekspektasi, Ini Cara Perawatan Ikan Koi, Dijamin Cepat Besar Dengan Warna Menawan

Jauh sebelum merintis usaha selter, Sinyo lebih dulu terjun di dunia jasa layanan travel. Gelagat anak keenam dari enam bersaudara ini perlahan berubah, ketika semakin menyukai anjing.

Rasa suka yang teramat dalam, diduga membuat korban enggan bersosialisasi dengan warga sekitar. Komunikasi dengan beberapa saudara pun juga saat kondisi penting.

Meski kehidupan sehari-hari Sinyo terhibur dengan anabul, dalam hubungan rumah tangga, perempuan berambut cepak ini kurang beruntung.

Korban berstatus lajang. Di samping itu, keluarga secara terang-terangan menyatakan bahwa Sinyo memiliki orientasi seksual yang menyimpang.

“Iya memang betul. Termasuk dengan teman yang terbunuh itu, Luciani Santoso,” jelasnya.

Joko tak menyebut secara gamblang awal mula hubungan menyimpang itu terjalin. Hanya, lanjut dia, keluarga tak tutup mata dengan hal ini.

Keluarga terus memberikan wejangan terkait penyimpangan yang dilakukan korban.

 Baca Juga: Ditinggal Pergi, Rumah di Garum Blitar Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

“Dari kami sebetulnya sudah menasihati, sudah sejak lama. Tapi karena penyakit itu tidak mudah disembuhkan,” tuturnya.

Hubungan Joko dengan Sinyo layaknya saudara kandung pada umumnya. Tetapi, tak jarang persoalan ringan mereka alami, sehingga hubungan saudara itu tak melulu mulus.

Meski demikian, hari dimana sang adik sematawayang tewas di tangan pekerja, Azza Farhadinata, 21, asal Kediri, Joko mengaku tak tahu.

“Hubungan dengan almarhum dekat. Namanya keluarga, ya begitulah, Sinyo telepon kalau ada apa apa. Tapi belakangan tidak curhat. Paling juga soal keuangan,” jelasnya.

 Baca Juga: Jumlah Armada Bus Sekolah di Kabupaten Blitar Dipangkas, Dishub Kabupaten Blitar Beberkan Alasannya

Usai peristiwa ini mencuat, Joko langsung mendatangi hunian korban, seiring dengan kedatangan polisi. Saat ini, dia hanya bisa mendoakan korban dan seorang ART yang tewas dalam kejadian ini, mendapat ampunan dari Tuhan.

“Semoga almarhum diberi ampunan oleh Allah, diberi ampunan untuk di akhirat dan arwahnya tenang,” doanya.***

Editor : Luqman Hakim
#korban pembunuhan #sifat #shelter #Kota Blitar