BLITAR - Depresi adalah sebuah gangguan mental yang sering terjadi. Biasanya terjadi karena adanya stress yang tidak teratasi dan dapat menyebabkan depresi.
Sayangnya, depresi sering diabaikan karena beberapa orang berfikir bahwa depresi bisa sembuh sendiri tanpa adanya pengobatan.
Gejala pada gangguan depresi meliputi emosi, motivasi, tingkah laku, dan pemikiran. Depresi adalah dimana perasaan (mood) yang disertai dengan perasaan sedih dan gejala penyertanya, seperti perubahan nafsu makan dan pola tidur, penurunan aktivitas fisik, sulit ketika berkonsentrasi, kelelahan, dan perasaan putus asa yang mungkin disertai pikiran untuk bunuh diri.
Gangguan mood atau yang disebut dengan depresi dapat membuat seseorang merasakan patah hati dan hilangnya harapan, sulit untuk mengambil keputusan, kehilangan semagat hidup, dan mencoba untuk bunuh diri. Mengalami depresi merupakan hal yang pasti dapat terjadi pada manusia.
Masa depresi adalah masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan perasaan sedih.
Depresi merupakan terjadinya perubahan yang spesifik pada suasana hati dengan perubahan menuju ke negatif (sedih, kecewa), keinginan menghukum diri sendiri, terjadinya kemunduran dalam diri, perubahan pada fungsi vegetatif tubuh, dan adanya perubahan dalam tingkat aktivitas.
Depresi dapat disebabkan oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial ekonomi. Faktor biologis dapat berupa abnormalitas neuro bilogis, permasalahan pada hormon, dan genetik dengan cara mempengaruhi tingkat serotonin dan saraf penghantar lainnya yang terdapat di otak.
Adapun penyebab psikologis adalah distrosi kognitif yaitu kecenderungan untuk menginterpretasikan kejadian-kejadian sehari-hari dengan presepsi yang terdistorsi.
Komponen utama yang terdistorsi dalam kognitif adalah pandangan terhadap diri sendiri, pandangan terhadap masa yang akan datang, dan pandangan terhadap pengalaman hidup.
Pandangan tersebut cenderung mengarah kepada pandangan negatif. Sedangkan faktor sosial berupa permasalahan dalam hubungan sosial. Individu dengan status sosial ekonomi rendah akan lebih rentan terhadap depresi daripada indvidu yang memiliki status tinggi.
Aspek-aspek depresi seseorang dapat dilihat pada emosional, kognitif, motivasi, dan fungsi vegetatif.
Aspek emosional mengacu pada perubahan perasaan, munculnya perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya kelekatan dengan orang lain, terdapat kecenderungan untuk menangis di luar kemauan, dan hilangnya respon kegembiraan.
Sedangkan aspek kognitif dapat berupa rendahnya evaluasi diri, selalu menyalahkan diri sendiri, terbayang-bayang hal negatif di masa depan, dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
Aspek motivasi berkaitan dengan kaku dalam berkeinginan, mengasingkan diri, keinginan untuk bunuh diri, dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain.
Adapun kehilagan nafsu makan, kehilangan gairah seks, mengalami gangguan tidur, dan merasakan lelah yang sangat merupakan bentuk dari adanya gangguan fungsi vegetatf atau gangguan fisik.
Kondisi depresi ini kebanyakan dialami oleh mahasiswa, beberapa mahasiswa banyak yang pergi ke klinik psikolog untuk mendapatkan penanganan.
Beberapa faktor yang memicu terjadinya masalah psikologis pada mahasiswa adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, seperti halnya gagal ketika menghadapi ujian, tekanan atau tuntutan dari orangtua, mengalami bullying dari teman-teman, putus cinta, dan lain-lain.
Ada beberapa masalah psikologis yang sering dialami oleh mahasiswa, seperti kecemasan, gangguan mood, depresi, dan lain-lain.
Faktor resiko yang sering dialami oleh mahasiswa yaitu karena adaanya perubahan dari masa Sekolah Menengah Atas menjadi Universitas, pembelajaran yang baru, teman baru, tempat tinggal atau lingkungan baru, seseorang yang mempunyai kepribadian tertentu yang membuat penderita cenderung ingin menghindari sebuah situasi yang menantang atau menyulitkannya untuk beradaptasi pada situasi tersebut, memiliki rasa percaya diri yang rendah juga dapat meningkatkan tingkat risiko gangguan depresi, mengomsumsi obat obatan dan alkohol dan berpisah dengan keluarga.
Keadaan depresi merupakan keadaan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa yang memerlukan penangganan diri. Mengingat tingginya studi literatur tentang masalah psikologis baik pada remaja maupun mahasiswa.
Depresi yang dialami mahasiswa akibat adanya tekanan akademik yang meningkat tiap tahunnya. Seperti baru-baru ini juga digegerkan dengan andanya seorang wanita yang diduga lompat dari lantai 4 Mall Paragon Semarang sekitar pukul 17.20 WIB.
Petugas kepolisian menemukan tas yang berada di tempat parkir yang diduga milik korban, dengan kartu tanda pengenal NJW (20) warga Ngaliyan, Semarang. Wanita tersebut ternyata mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Dalam surat permintaan maaf yang ditunjukkan kepada orangtuanya, NJW mengungkapkan perasaan lelah yang telah lama menghantuinya. Meskipun masalah dari perbuatannya belum jelas, tetapi surat tersebut menggambarkan tentang beban psikologis yang mungkin dialaminya Banyaknya depresi yang dialami mahasiwa perlu diupayakan penanganan lebih lanjut agar tidak terjadi dampak yang lebih serius.
Penanganan depresi yang terjadi pada mahasiswa belum mencapai tingkat optimal, maka dari itu perlu adanya kepedulian yaitu dengan cara melakukan deteksi dini dengan melihat kejadian yang dialami setiap mahasiswa ketika mereka menhadapi depresi pada tahap awal.
Seperti memberikan edukasi pendekatkan diri kepada sang pencipta untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh mereka. Contohnya, berdoa dan beribadah kepada Allah, perbanyak aktivitas, mencari solusi, tawakal dan diskusi pada keluarga.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra