BLITAR - Sejumlah perusahaan jasa angkutan mulai mengurus perizinan untuk trayek penumpang dari Terminal Patria menuju Bandara Dhoho Kediri.
Ada dua perusahaan otobus (PO) yang sudah mengurus izin, yakni PO Harapan Jaya dan PO Damri.
Kepala Terminal Tipe A Patria Verie Sugiharto mengatakan, dua perusahaan angkutan tersebut sudah mengurus perizinan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Itu sebagai syarat untuk mengangkut calon penumpang dari Terminal Patria menuju ke Bandara Dhoho atau sebaliknya.
“Sementara ini baru Harapan Jaya dan Damri yang mengurus perizinan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat (5/11/2024).
Adapun rute trayek yang akan dilewati adalah Terminal Patria, Sanankulon, Srengat, Udanawu, Ringinrejo, Kandat, Kota Kediri, berhenti sebentar di Terminal Tamanan, lalu melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir yakni Bandara Dhoho Kediri.
Menurut Verie, rute tersebut berbeda dari rute biasanya. Misalnya, trayek Harapan Jaya sebelumnya tidak melewati Terminal Tamanan atau Kota Kediri.
“Nanti dari Terminal Patria langsung ke Srengat, Terminal Tamanan, dengan tujuan akhir Bandara Dhoho,” terangya.
Jalur khusus tersebut, jelas dia, memiliki potensi penumpang yang tinggi. Sebab, jalur tersebut melintasi jalan nasional dan provinsi.
”Semoga peminat bus nanti meningkat seiring ada trayek baru menuju Bandara Dhoho Kediri,” harapnya.
Meski begitu, belum semua PO buru-buru mengurus perizinan untuk memanfaatkan trayek baru tersebut. Sebab, PO lain tampaknya masih menunggu peresmian Bandara Dhoho Kediri. Pasalnya, mereka juga masih memastikan tujuan penerbangan Bandara Dhoho nantinya.
“Karena nantinya hal itu berpengaruh dengan potensi penumpang pada jalur yang akan dilalui. Sehingga banyak yang masih menunggu kepastian kapan Bandara Dhoho diresmikan,” tandasnya.
Sekadar informasi, Bandara Dhoho Kediri bakal diresmikan pada 15 Januari mendatang. Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh PT Angkasa Pura I. Salah satunya adalah menggelar simulasi operasional bandara. Mulai dari simulasi pelayanan hingga keamanannya.***
Editor : Luqman Hakim