BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk seragam gratis. Anggarannya mencapai sekitar Rp 2,1 M untuk jenjang SD dan SMP.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Blitar Jais Alwi Mashuri mengatakan nilai anggaran tersebut belum bisa dipastikan secara tepat. Sebab, menunggu jumlah siswa yang masuk setelah akhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) nanti.
"Menunggu hasil fix dari PPDB. Tapi seperti tahun lalu anggarannya sekitar Rp 2 M," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (29/2/2024).
Nantinya, siswa akan mendapat 3 jenis kain seragam yang berbeda. Yakni, seragam nasional merah putih untuk SD dan biru putih untuk SMP, seragam batik khas sekolah, dan seragam pramuka. Masing-masing akan menerima 1 setel.
Dikdas menangani kelas 1 dan 4 SD. Sementara untuk seragam olahraga SMP akan disesuaikan dengan sekolah masing-masing atau esuai dengan identitas sekolah. Alokasi anggaran untuk kaos olahraga sebesar Rp 380 juta.
Sementara itu, untuk ongkos jahit juga tetap. Yakni, Rp 90 ribu untuk siswa TK, Rp 100 ribu untuk SD, dan Rp 110 ribu untuk jenjang SMP. Ongkos tersebut per setel sesuai dengan jumlah seragam.
Proses pengadaan seragam gratis itu akan dilakukan seiring berjalannya proses PPDB yang sedang berlangsung. Sambil menunggu data siswa yang masuk.
"Saat ini sedang persiapan bahan-bahannya. Untuk penjahit kami akan tetap memberdayakan penjahit lokal. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian," terangnya.
Dispendik berharap penyaluran seragam gratis sesuai dengan target. Yakni, ketika siswa baru masuk di tahun ajaran yang baru. Artinya, penyaluran seragam tidak molor seperti tahun-tahun sebelumnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra