Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sertifikasi Ikan Koi

Choirurrozaq • Kamis, 25 Februari 2021 | 16:10 WIB
sertifikasi-ikan-koi
sertifikasi-ikan-koi

SANANKULON, Radar Blitar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mewacanakan sertifikasi ikan koi asal Blitar. Hal ini diyakini bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan darat di Bumi Penataran.


Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Adi Andaka mengatakan, ikan hias menjadi salah satu produk unggulan daerah setelah telur. Untuk itu, mulai tahun ini dinasnya berencana untuk mengembalikan gaung potensi lokal tersebut. “Selama pandemi, permintaan ikan hias meningkat ini menjadi modal yang baik untuk memupuk potensi daerah,” katanya.


Rata-rata para pelaku atau pembudi daya ikan hias memanfaatkan media sosial (medsos) dalam pemasaran. Meski sangat membantu, hal ini juga tidak selalu mulus.


Menurut dia, itu dipicu oleh persaingan usaha. “Kami tadi sudah kordinasikan dengan diskominfo untuk memfasilitasi dalam hal pemasaran produk melalui online. Mungkin nanti dibuatkan aplikasi khusus untuk pemasaran ikan koi ini,” tandasnya.


Namun, hal ini bisa menjadi boomerang jika produk yang dipasarkan dalam aplikasi ini tidak sesuai dengan produk yang diterima oleh pemesan. Sehingga menjaga kualitas produk menjadi hal yang juga harus diperhatikan. “Daerah lain juga banyak yang budi daya koi. Jadi menjaga kualitas produk sangat penting,” katanya.


Untuk itu, pihaknya berencana memberikan sertifikasi ikan koi asal Blitar. Nantinya pemerintah kabupaten (pemkab) bekerja sama dengan pihak terkait semisal tenaga kesehatan, perguruan tinggi, ataupun ahli dalam bidang perikanan. Mereka bertugas memberi pendampingan dan supervisi produk ikan hias yang dibudidayakan oleh masyarakat. “Sebenarnya sertifikasi ini untuk menjamin kualitas produk asal Blitar,” tuturnya.


Dia menjelaskan, selain menjamin kualitas produk, sertifikasi ini secara otomatis berdampak pada peningkatan kesejahteraan pembudi daya. Sebab, harga produk yang dihasilkan oleh pembudi daya bersertfikasi jelas bisa lebih mahal dari yang belum tersertifikasi. “Dengan begitu, kami juga yakin kaulitas produk perikanan terus meningkat. Karena setiap orang pasti akan berlomba untuk mendapatkan produk maksimal,” katanya. (*)

Editor : Choirurrozaq