Tulungagung - Program prioritas Kecamatan Tanggunggunung adalah memberdayakan badan usaha milik desa (BUM Desa) setiap desa. Harapan nya, BUM Desa memiliki laba yang akhirnya dimasukkan ke pendapatan asli desa (PADes). Melalui BUM Desa, pemerintah desa bisa memberikan pembiayaan dari dana desa. Selain pemberdayaan BUM Desa, potensi terbesar yang menjadi unggulan Kecamatan Tanggunggunung adalah potensi wisata. Mayoritas desa memiliki potensi wisata yang bisa dieksplorasi.
Untuk mewujudkan program tersebut, perlu adanya musyawarah agar potensi yang dimiliki desa, baik BUM Desa maupun sektor wisata bisa tergarap maksimal. “Menjadi tugas Pemerintah Kecamatan Tanggunggunung untuk menyampaikan, bahwa mengeksplorasi kegiatan-kegiatan yang sifatnya unggulan terkait wisata juga harus menggandeng pihak ketiga sebagai investor,” jelas Sekretaris Kecamatan Tanggunggunung, Mat Yani SPd MAP.
Tahun ini, Kecamatan Tanggunggunung selain menggenjot program pembangunan potensi wisata, juga menaruh perhatian pada sektor pertanian. Saat ini tengah menjalin komunikasi dengan DLH yang akan memberi bantuan bibit buah, seperti nangka, avokad, dan pisang. Selain buah, juga produksi biofarmaka se perti tanaman jahe. Harapannya, melalui program prioritas itu bisa membuat kemajuan untuk Kecamatan Tanggunggunung. Meski secara geografis berada di dataran tinggi, Pemerintah Kecamatan Tanggunggunung ingin membuat kesetaraan, dan jangan sampai terting gal dengan wilayah kecamatan lainnya.
Potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Tanggunggunung yakni ada 13 objek wisata pantai, mulai Pantai Sioro, Pantai Brumbun, Pantai Gerangan, Pantai Sawah Ombo, Pantai Sanggar, Pantai Godek, Pantai Se gladak, Pantai Wedi Ireng, Pantai Wedi Putih, Pantai Ngalur, Pantai Patuk Gebang, Pantai Jung Pakis, Pantai Kali Pucung. Selain itu, juga ada wisata Goa Songbolong, Goa Tenggar, Batu Tulis, Goa Tledek, Bukit Jodho, dan Segoro Alas. Sementara itu, potensi pertanian ada tanaman terong yang memiliki area panen terluas mencapai 35 hektare. Kemudian disusul tanaman kacang panjang dengan luas panen 22 hektare. Lalu untuk tanaman bio farmaka, luas panen terluas pada 2019 adalah tanaman kunyit seluas 3.095 m2.
Pada jenis tanaman buah-buahan tahunan, buah pisang menjadi tanaman dengan jumlah produksi terbesar yaitu mencapai 8.076 kuintal. Disusul tanaman buah mangga 952 kuintal dan tanaman buah avokad 580 kuintal. Di wilayah Kecamatan Tanggunggunung, terdapat sarana dan prasarana ekonomi berupa satu pasar kecamatan di Desa Tanggunggunung dan satu pasar desa di Desa Kresi kan. Selain itu, dari data BPS 2021, ada sekitar 176 toko atau kelontong yang tersebar di semua desa. (rin/c1/ynu) Editor : Aburizal Sulthon Hakim