Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Diiringi Perkembangan Teknologi, Tanggunggunung Getol Lestarikan Seni Budaya

Aburizal Sulthon Hakim • Senin, 10 April 2023 | 19:05 WIB

Tulungagung - Desa Tanggunggunung adalah desa yang menjadi ibu kota Kecamatan Tanggunggunung. Desa yang berada di kawasan perbukitan bagian selatan Kabupaten Tulungagung ini berdiri pada 1943. Desa Tanggunggunung memiliki potensi seni budaya yang beragam, seperti tari reog, jaranan, karawitan, juga campursari.

Misalnya, kelompok jaranan di Dusun Kalitalun RT 02/ RW 03 yang dipimpin Suroso. Ada sekitar 50 orang pelaku seni yang semuanya warga Desa Tanggunggunung. Kultur seni budaya sudah ada sejak dulu. Kearifan lokal seni budaya ini menjadi sorotan Pemdes Tanggunggunung sejak 2015. Sejak saat itu, potensi seni budaya mulai diaktifkan lagi agar selalu terjaga dan lebih eksis ke depannya.

Harapan Kades Tanggunggunung Asmiatin, bidang seni budaya desa bisa semakin maju dan tetap lestari seiring perkembangan teknologi. Tak hanya itu, kelompok seni budaya Desa Tanggung gunung sering mendapat undangan di berbagai acara dari kecamatan lainnya. Pada penutupan PHBN lalu, juga di tampilkan panggung seni budaya yang menampilkan kelompok seni budaya yang ada di desa. “Acara itu menjadi agenda tahun an Pemdes Tanggung gunung,” jelas pe rempuan ramah ini.

Terkait pelestarian seni budaya, masyarakat Desa Tanggunggunung sangat mendukung dan kompak dengan tetap menjaga kultur seni budayanya. Masyarakat memiliki jiwa kegotongroyongan yang sangat baik. “Warga cukup kompak apa pun itu kegiatannya, dan juga sangat mendukung kinerja pemerintah desa,” ungkap Kades Tanggunggunung, Asmiatin. Tak hanya potensi seni budaya, Pemdes Tanggunggunung juga memiliki potensi sektor pertanian yang cukup tinggi.

Sebanyak 90 persen masyarakat desa mengandalkan mata pencaharian dari sektor pertanian. Hasil bumi bisa dijadikan ikon Desa Tanggunggunung. Seperti petani jagung yang bisa menikmati masa panen hingga dua kali dalam setahun. Penjualan hasil panen jagung, ketela, hingga padi, bahkan menjangkau wilayah Blitar, Kediri, dan Trenggalek. Untuk mendukung sektor pertanian, harapannya pupuk subsidi tetap lancar. Jika program pupuk bersubsidi tetap berjalan, hal itu dapat meng angkat roda perekonomian masyarakat desa. Selain bertani, masyarakat juga ada yang beternak kambing. (rin/c1/ynu) Editor : Aburizal Sulthon Hakim
#tanggunggunung #tulungagung #teknologi #seni budaya