RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Perekonomian di Tulungagung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini, selain didukung oleh sektor pertanian juga didukung oleh sektor industri. Pada bidang industri,hal ini diupayakan untuk mempertahankan Sumber Daya Manusia (SDM) secara optimal dan berkualitas.
Disamping itu, juga bermanfaat untuk mengupayakan pergerakan ekonomi di masyarakat. Banyak sektor industri yang berkembang di Tulungagung. Termasuk, Kerajinan Marmer yang merupakan sektor industry terbesar di kabupaten tercinta ini.
Tidak asing lagi, kan? Tulungagung yang memiliki julukan Kota Marmer karena pertambangan marmer yang cukup besar. Bahkan, Tulungagung menjadi Kota dengan Penghasil Marmer terbesar nomor dua di Indonesia.
Kota dengan penghasil Marmer terbesar ini memiliki banyak potensi yang dapat digali. Dijuluki Kota Marmer karena memiliki pertambangan marmer yang cukup besar dampaknya kepada masyarakat untuk sumber pencaharian.
Dilihat dari sejarah masa lampau, Tambang marmer di Tulungagung konon katanya sudah ada sejak zaman Belanda. Hal ini dikarenakan awal mulanya ditemukan gunung marmer oleh peneliti Hindia Belanda pada tahun 1850. Karena memiliki ekonomis tinggi, dia tidak mau menyia-nyiakan hal tersebut. Sehingga dibangunlah monumen di daerah Campurdarat sebagai bukti peninggalan sejarah penemuan marmer. Aktivitas pengusaha marmer sekarang banyak ditemukan di daerah Tulungagung bagian selatan, salah satunya di daerah Besuki .
Industri ini memiliki dampak positif dan negatifnya. Dampak positif dari industry marmer antara lain:
- Dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan
- Memperbanyak lapangan pekerjaan
- Membangun ekonomi yang kreatif di masyarakat
Tetapi, untuk dampak negatifnya dari industri marmer, yaitu dapat mengganggu ekosistem serta polusi udara yang ditimbulkan dari banyaknya truk angkutan marmer.
Dari dampak-dampak tersebut, masyarakat tetap berharap dapat menciptakan ekonomi kreatif yang dapat dijadikan peluang usaha kerajinan marmer agar perekonomian di Tulungagung bisa berkembang lebih pesat hingga masuk ke kancah Internasional.
Editor : Nurul Hidayah