Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Alif Laili, Asal Blitar yang Jeli Bidik Peluang Kembangkan Bisnis Kreasi Buket

Deti Mega Purnamasari • Rabu, 5 Juli 2023 | 21:00 WIB

 

TEKUN: Alif Laili tak kehilangan kreasi untuk mempercantik buket karyanya.
TEKUN: Alif Laili tak kehilangan kreasi untuk mempercantik buket karyanya.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tak hanya tekun dan ulet, kesuksesan juga harus dilakukan dengan kecakapan membidik peluang. Seperti Alif Laili, warga Kepanjen Kidul, Kota Blitar, yang sukses mengembangkan kerajinan buket. Kini, dia sudah merasakan keuntungan hasil usahanya.

Liphi Craft, begitulah Alif menamai usaha ini. Dimulai sejak 2015, ratusan buket sudah dibuatnya. Tidak hanya buket bunga yang umum dijumpai di pasaran, dia juga berkreasi membuat buket isian lain. Mulai dari uang, aneka camilan, boneka, hingga kerudung.

“Karena pada dasarnya buket itu nggak cuma terpatok untuk bunga saja. Banyak barang yang bisa dijadikan buket, ya seperti yang sudah saya buat ini,” ucapnya saat diwawancarai.

Skill-nya dalam membuat pernak-pernik buket bunga dalam berbagai ragam ternyata sudah dimulai sejak duduk di bangku kuliah. Biasanya, dia hanya memproduksi dalam setiap momen seperti wisuda dan kelulusan.

“Sampai hari ini orderan sudah banyak, mulai dari wisuda TK sampai mahasiswa, Hari Guru, Valentine, ya di hari-hari besar,” terangnya.

Sejak memulai usaha buket bunga, dia mengatakan, pendapatannya kian bertambah. Dia juga tetap bisa melakukannya sembari berjualan seperti biasa. ”Ini bisa disambi melakukan aktivitas lain. Kuncinya harus telaten dan sabar,” papar dia.

Disinggung soal perjalanan bisnis buket bunga miliknya, perempuan 29 tahun ini bercerita bahwa tidak semulus harapannya. Dia pernah vakum beberapa waktu karena sibuk dengan urusan pekerjaan. Saat mengawali kembali pada 2020, dia mengaku sempat mengalami kesulitan dalam mengenalkan brand di tengah banyaknya persaingan. "Dulu targetnya saat momen wisuda di kampus-kampus Jogja, pasarnya lebih luas. Kemudian, lulus dan stay di Blitar tentu harus memulai branding dari awal lagi. Apalagi sudah banyak para florist yang sudah lebih dulu dan besar," jelasnya.

Namun, hal tersebut tak pernah menyurutkan semangatnya untuk tetap berinovasi dan kreatif dalam menciptakan karya-karya baru agar semakin mem-booming di kalangan masyarakat. “Yang produktif, konsisten, dan terus ciptakan karya-karya baru. Agar tidak tertinggal dan tetap bisa bersaing," pungkasnya.(meg/c1/tin/apr/rka)

Baca Juga: Kunci Sukses Ressi Atrilla, Nikmati Setiap Proses dan Selalu Upgrade Skill

Editor : Nanda Nila Alvinda
#usaha #bisnis #bucket #pengusaha muda