RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tren fashion yang ada di kalangan masyarakat kini terus berkembang. Itu membuat banyak orang, apalagi para wanita, menyukai style yang sedang populer saat ini. Tidak dipungkiri, bagi jasa perancang busana, itu menjadi peluang besar.
Seorang ibu rumah tangga yang ada di Desa Mojoagung, Kecamatan Ngantru, bisa memadukan antara busana dan tanaman hias sebagai ladang cuan.
“Hijab dan bunga hias ini menjadikan hobi sebagai peluang bisnis,” terang Gery Jayanti, kemarin (4/7).
Bagaimana tidak, Gery, sapaan akrabnya, sejak masih muda suka sekali menjahit pakaian. Dia sudah lama berkecimpung di dunia fashion. Karena dulu penggunaan internet masih minim, hanya orang-orang sekitarnya yang tahu. Dia mempromosikannya dari mulut ke mulut saja. Berbeda dengan dulu, sekarang bisa mempromosikan lewat internet dan sosial media.
"Untuk harganya kisaran Rp 150-250 ribu tiap satu set, tergantung bahan yang dipakai. Sehari bisa menyelesaikan 2-3 baju. Baju yang biasanya saya buat itu seperti baju untuk acara besar, baju pengantin, baju sekolah, dan lain-lain," ungkapnya
"Kalau jahit mungkin dampaknya kecil ya, risikonya juga tidak terlalu besar. Mungkin hanya di persaingan saja," imbuhnya
Dia juga hobi mengoleksi bunga. Karena kebanyakan pelanggannya itu perempuan, saat ada orang yang datang memesan pakaian, dia selalu ditanya bunganya dijual atau tidak. “Saya kepikiran, kenapa tidak dijadikan untuk ladang usaha juga," imbuhnya.
Tidak hanya usaha konveksi, kini dia juga ada kios bunga. Hal itu sangat lumayan untuk perekonomiannya. Bahkan, setiap bulannya dia mendapatkan omzet minimal Rp 5-6 juta. Dia juga tak lupa mempromosikan usahanya sehingga banyak yang tahu dan memesan.
"Yang datang beli itu biasanya penjual bunga. Ngambil partai (beli dalam jumlah besar) dan itu nanti akan dijual kembali," ungkapnya
Dia tidak memungkiri bahwa bisnis bunga tentu ada dampaknya. Termasuk jika tidak laku, bunga akan mati. Selain itu, kini banyak saingan penjual bunga, serta peminatnya terkadang menurun.
Banyak sekali jenis bunga yang ada di kiosnya, seperti jenis pilo, aglonema, keladi, bugenvil, anggrek, dan masih banyak lagi. Di samping itu, warna bunga bervariasi dan harganya berbeda-beda.
Tidak hanya itu, dia terkadang juga menerima pesanan seperti buket, aksesori, dan pernak-pernik lainnya.
"Jika ada waktu luang dan musim wisuda seperti saat ini, saya juga menerima pesanan buket. Tidak banyak yang saya buat, hanya terima pesanan, karena itu buat sampingan saja," ujarnya. (*/mm1/c1/din)
Editor : Nurul Hidayah