Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Kabupaten Blitar Tekuni Usaha Kerajinan Rajut Tali Kur, Ada Tips Biar Tahan Lama, Bisa Jadi Mata Pencaharian dan Dongkrak Ekonomi Keluarga

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 19 November 2023 | 21:00 WIB

 

BERNILAI JUAL: Berbagai hasil kerajinan rajut yang dibutuhkan ketelitian ekstra dalam proses pembuatan.
BERNILAI JUAL: Berbagai hasil kerajinan rajut yang dibutuhkan ketelitian ekstra dalam proses pembuatan.

 

BLITAR-Waktu luang bisa diisi dengan kegiatan yang produktif. Salah satunya dengan memproduksi berbagai kerajinan rajut. Jeny Merysa, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.  

Dia tak menyangka hobi membuat kerajinan rajut yang ditekuninya kini bisa jadi mata pencaharian di Kabupaten Blitar. 

Dia mengaku, kegiatan membuat kerajinan rajut terbilang mudah dan murah. Dibutuhkan alat-alat sederhana untuk “disulap” jadi barang bernilai rupah guna mendongkrak ekonomi di Kabupaten Blitar. 

Alat-alatnya pun mulai dari tirai, sepatu bayi, taplak, hiasan dinding, hiasan cermin dinding, cover dispenser, pot gantung, hiasan mobil, hingga tas bisa diproduksi.

Namun, butuh kesabaran dan ketelatenan untuk menghasilkan karya yang baik. “Awalnya ini jadi selingan saja. Tapi lama-lama bisa berjalan seperti saat ini,” jelasnya.

Ibu dua anak ini mengaku, peralatan yang dibutuhkan adalah tali kur dan jarum rajut. Dia menilai tali kur lebih kuat sehingga bisa membuat kerajinan rajut lebih tahan lama.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Wiwik Wulansari yang Sukses Usaha Rajut

Selain itu, harga yang ekonomis juga jadi alasan. “Ditambah lagi, tali kur itu lebih mudah dicari di Blitar,” ujarnya.

ESTETIK: Tampak sejumlah pot bungan tergantung dari benang rajut.
ESTETIK: Tampak sejumlah pot bungan tergantung dari benang rajut.

Agar terhindar dari bosan, Jeny juga rajin bereksperimen. Yaitu dengan membikin jenis-jenis kerajinan baru. Hal ini membuatnya memiliki banyak portofolio untuk disuguhkan kepada calon pembeli.

Dia menilai, penting untuk memberi calon pembeli banyak pilihan produk. Dengan demikian, klien juga tidak akan bosan.

“Karena tidak ingin bosan membuat hal-hal yang sama, saya coba membuat hal baru atau menerima pesanan merajut yang belum pernah saya lakukan. Dari sini, saya juga bisa belajar pola baru dan menambah koleksi model dagangan,” bebernya.

Baca Juga: Lia Dwi Purwanti, Penyandang Tunarungu Kreatif Pembuat Boneka Rajut

Teranyar, dia juga sedang mencoba membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan kayu bekas bubut.

Kerajinan dari bahan tali kur dan kayu bekas bubut memang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Namun, Jeny memastikan bahwa kunci untuk membuat kerajinan tangan yang baik adalah telaten.

“Harus diakui, belakangan saya jadi kewalahan karena permintaan cukup tinggi. Akhirnya saya mengajak tetangga untuk ikut membantu. Nah, dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan barang-barang bekas untuk diubah jadi barang yang laku dijual,” kata perempuan 30 tahun ini. (mg2/c1/dit)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Kabupaten Blitar #kerajinan rajut #Jeny Merysa #ekonomi