Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perekonomian Tulungagung Fluktuatif, Pengamat Ekonomi UIN SATU: Pengaruh Faktor Nonekonomi

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 6 November 2024 | 00:46 WIB
Pengamat Perekonomian dan Dosen Pascasarjana UIN SATU Prof. Agus Eko Sujianto.
Pengamat Perekonomian dan Dosen Pascasarjana UIN SATU Prof. Agus Eko Sujianto.

TULUNGAGUNG - Kondisi perekonomian di Kabupaten Tulungagung mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun belakang.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) Prof. Agus Eko Sujianto mengungkap, fluktuasi pertumbuhan ekonomi itu terjadi kurun 2019-2023.

Menurut Agus, fluktuasi pertumbuhan ekonomi dapat disebabkan oleh dua faktor. Di antaranya, faktor ekonomi makro atau mikro, dan faktor nonekonomi.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulungagung, 5,32 persen (2019), 3,09 persen (2020), 3,53 persen (2021), 5,22 persen (2022), 4,91 persen (2023).

Melalui data BPS itu, menurut Agus, fluktuasi pertumbuhan ekonomi ditandai pada 2020-2023. Di tahun itu, pertumbuhan ekonomi sempat lesu dan recovery (pemulihan).

“Pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi oleh gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). Maka itu kaitan faktor ekonomi, padahal pertumbuhan ekonomi itu ada kalanya dipengaruhi oleh faktor nonekonomi,” ujarnya.

Agus menyebut, faktor nonekonomi itu meliputi kondisi pandemi Covid-19. Pada 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi merosot.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, tapi juga terjadi hingga di negara-negara lain.

Bahkan lesunya perekonomian saat pandemi Covid-19, lebih buruk dibanding dengan krisis moneter, ekonomi, dan keuangan, 1998.

“Saat krisis moneter, tidak banyak negara mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Beda dengan pandemi Covid-19, banyak negara kelimpungan drop ekonominya,” tambahnya.

Melihat situasi itu, Agus meyakini bahwa gejala-gejala fluktuasi ekonomi itu pun dipengaruhi faktor-faktor nonekonomi.

Tak sebatas faktor Covid-19, Agus mengklaim, pertumbuhan ekonomi yang kembali menurun pada 2023 adalah faktor nonekonomi, kondisi politik.

“Faktor non ekonominya apa, bisa jadi karena kondisi politik, itu juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah,” tegasnya.

Kendati pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tulungagung fluktuatif, dosen pascasarjana UIN SATU itu menilai, nilai persentase pertumbuhan ekonomi selama ini masih dalam kategori baik.

“Sangat ideal,” ucapnya, menegaskan.

Mengamati pertumbuhan ekonomi, lanjut Agus, faktor nonekonomi itu dapat dikesampingkan.

Menurutnya, tidak bisa pertumbuhan ekonomi kemudian hanya didukung oleh indikator-indikator ekonomi makro atau mikro.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#nonekonomi #perekonomian #kabupaten tulungagung