TULUNGAGUNG - Memasuki akhir 2024, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Tulungagung mulai bicara soal pengembangan Kawasan Wisata Halal.
Anggaran senilai ratusan juta rupiah disiapkan untuk mengembangkan wisata khusus yang digarap bersama PT KAI ini.
Kepala Dinkop UM Tulungagung Slamet Sunarto mengungkapkan, dinas dipastikan bakal dikucuri anggaran untuk peningkatan kapasitas di Kawasan Wisata Halal.
Anggaran yang dimaksud bakal dialokasikan untuk kebutuhan pemberdayaan SDM, peningkatan kapasitas, hingga peningkatan fasilitas.
“Di 2025 dapat anggaran untuk peningkatan kawasan halal. Baik dari yang diperuntukkan pemberdayaan SDM, tata layout. Tapi berbarengan dengan itu, pada 2025 nanti ada revitalisasi. Bentuknya seperti apa, kita selalu koordinasikan dengan PT KAI,” terangnya.
Beberapa waktu lalu, lanjut Slamet, dinkop UM juga melayangkan proposal yang berisi konsep pengembangan Kawasan Wisata Halal di tahun depan.
Teknisnya, dinas berencana membuat destinasi wisata kuliner yang hampir sama dengan car free day (CFD) setiap Minggu pagi di kawasan alun-alun.
“Bahkan, kita sudah ajukan proposal ke PT KAI, tapi belum ada jawaban. Istilah car free kan harus steril dari kendaraan bermotor, dan kami juga disarankan tidak menggunakan istilah car free night. Karena di sana nanti tetap ada kendaraan yang melintas,” bebernya.
Saat ini, dinas masih menanti disposisi dari PT KAI atas proposal berisi konsep pengembangan. Slamet menambahkan, konsep pengembangan memang dibuat berbeda dari CFD.
Sebab, segmen berbeda dibidik pemkab dalam operasional Kawasan Wisata Halal.
“Tapi, PT KAI belum ada jawaban. Terus kita tagih disposisinya. Kalau oke, anggaran yang ada di saya pada 2025 itu kita konsep agak berbeda. Karena segmen pasar di situ agak berbeda dari yang di CFD. Dan, anggaran untuk peningkatan itu sekitar Rp 100 juta,” tandasnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana