Tulungagung - Usulan peningkatan upah minimum kabupaten (UMK) mendapat komentar dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Tulungagung.
Pasalnya, usulan peningkatan UMK ini penting untuk mempertimbangkan kondisi tingkat perekonomian di Tulungagung.
Diketahui, pada tahun depan, UMK Tulungagung diusulkan naik 6,5 persen atau Rp Rp 2.470.800.
Ketua APINDO Tulungagung, Nur Wakhidun mengatakan, usulan peningkatan UMK sebaiknya dikaji ulang karena harus melihat seberapa jauh tingkat perekonomian di Tulungagung.
Walaupun sebenarnya, dia tidak mempermasalahkan jika UMK Tulungagung 2025 benar-benar disahkan.
Tak hanya itu, menurut dia, tingkat klasifikasi pekerja pun perlu untuk dipertimbangkan dalam usulan peningkatan UMK.
Artinya, tingkat klasifikasi pekerja ini dapat dikategorikan, baik dari lulusan maupun keahlian pekerja.
“Karena UMK ini semua pekerja harus mendapatkan upah yang sama, baik lulusan SD, SMP, SMA, maupun sarjana,” jelasnya kemarin (11/12).
Kendati demikian, dia optimistis meningkatnya roda perekonomian tahun depan akan berputar lancar.
Meskipun ada tekanan, tetapi masih ada secercah harapan dalam peningkatan perekonomian di Tulungagung.
Diketahui, faktor yang melandasi dalam peningkatan perekonomian ini yakni usainya perhelatan pemilu dan pilkada.
Dengan selesainya kontestasi politik tersebut, harapannya tingkat daya beli dapat meningkat.
“Kita harus optimistis dengan peningkatan perekonomian, soalnya pemilu dan pilkada sudah selesai,” ucapnya.
Selain itu, terpilihnya pemimpin negara serta daerah dapat memberikan kebijakan-kebijakan baru untuk peningkatan perekonomian.
Tentunya hal ini merupakan salah satu harapan masyarakat dari terpilihnya seorang pemimpin.
Mendapati hal itu, dia memilih untuk optimistis dalam memandang perekonomian pada 2025 mendatang.
Walaupun jika berkaca dengan tekanan dan beban dalam perekonomian, kedua hal itu tetap ada.
“Jadi ya harus optimistis, dengan kebijakan baru dari pemimpin baru pasti dapat meningkatkan perekonomian,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager Store Bravo, Joko Haryono, saat dikonfirmasi terpisah mengaku siap-siap saja menerapkan UMK 2025.
Apalagi, dia menyadari jika hal tersebut merupakan peraturan dari pemerintah.
"Kami tentu harus siap menerapkan peningkatan nominal UMK untuk tahun depan," ujarnya. (ziz/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri