Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bahan Pokok di Tulungagung Merangkak Naik, Telur dan Daging Ayam Paling Sahih

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 26 Desember 2024 | 20:30 WIB
Salah satu pedagang sembako di Pasar Ngemplak sedang menimbang beras  dagangannya. Harga bapok mengalami kenaikan menjelang perayaan Nataru.(YOGA DANY DAMARA)
Salah satu pedagang sembako di Pasar Ngemplak sedang menimbang beras dagangannya. Harga bapok mengalami kenaikan menjelang perayaan Nataru.(YOGA DANY DAMARA)

Tulungagung - Sejumlah bahan pokok (bapok) di Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kenaikan harga bapok ini telah terjadi sejak tiga minggu lalu.

Koordinator Pasar Ngemplak Tulungagung, Moh. Hasan Habibi mengatakan, harga sejumlah bapok di Tulungagung mulai mengalami kenaikan menjelang perayaan Nataru.

Diketahui, harga telur dan daging ayam melonjak pesat di pasaran.

Kenaikan harga telur ayam dan daging ayam potong itu mulai terjadi sejak Minggu (1/12) atau setidaknya selama tiga pekan terakhir.

Menurut dia, kondisi ini tidak lepas dari kebutuhan masyarakat yang mengalami peningkatan sejak awal bulan Desember 2024.

"Kenaikan harga ini sudah terjadi selama tiga minggu terakhir dan yang paling melejit itu harga telur ayam dan daging ayam potong," jelasnya kemarin (23/12).

Berdasarkan harga, telur ayam kini telah tembus Rp 30 ribu per kilogram.

Kemudian, daging ayam potong dijual dengan harga Rp 34 ribu per kilogram.

Diketahui, harga normal dari dua komoditas bapok tersebut yaitu telur ayam biasanya dijual rata-rata di kisaran Rp 25 ribu per kilogram.

Lalu, harga daging ayam potong cenderung lebih tinggi atau normalnya Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

"Jadi bisa dibilang kenaikan harga telur ayam dan daging ayam potong di pasar yang ada di  Tulungagung di kisaran Rp 4.000 sampai dengan Rp 5.000," ucapnya.

Baca Juga: Komoditas Ekspor Dipasarkan Undername, Begini Langkah Diskomidag Trenggalek

Kondisi harga ini sebenarnya tidak hanya dipengaruhi daya beli masyarakat yang meningkat, tetapi juga faktor lain.

Yakni, perayaan Nataru yang bisa memengaruhi kenaikan harga bapok di pasaran.

Secara persediaan, sebenarnya stok telur ayam dan daging ayam poyong yang ada di pasaran saat ini masih tergolong melimpah dan mencukupi hingga akhir tahun 2024.

Maka dari itu, diyakini faktor adanya perayaan Nataru paling memengaruhi kenaikan harga bapok.

"Sebagai contoh, menjelang perayaan lain seperti Idul Fitri maupun Idul Adha, harga bapok di Tulungagung juga memgalami peningkatan. Mungkin saat ini situasinya juga sama dengan perayaan-perayaan yang lain," pungkasnya.(ziz/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bapok #daging ayam #telur #nataru #daya beli masyarakat