TULUNGAGUNG – Potensi fluktuasi angka inflasi selama pergantian tahun di Tulungagung jadi perhatian khusus.
Sebab, kondisi ini dikhawatirkan bakal membuat tingkat daya beli dan daya produksi masyarakat Tulungagung turun.
Buntutnya, Pemkab Tulungagung mulai memetakan berbagai langkah untuk mengantisipasi munculnya ketidakstabilan ekonomi di tahun depan.
Baca Juga: Ratusan Goweser dan Runner Meriahkan LSR Tulungagung 2024, Ini Harapan Mereka pada Pemkab
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggenjot gerakan pangan murah (GPM).
Alasannya, Pemkab Tulungagung menilai GPM dapat memicu tingginya penyerapan produk dari masyarakat, khususnya dari sektor pertanian.
Kondisi ini dapat memangkas potensi penurunan tingkat produktivitas.
Lalu, GPM juga disebut dapat menjaga daya beli masyarakat karena konsumen disuguhi produk di bawah harga pasar.
Baca Juga: Ini Dia Pemenang iPhone Kuis Mr Fulus Area Tulungagung
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung, Ledang Hadiwiyono menerangkan, pelaksanaan GPM tahun ini terus dievaluasi.
Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan GPM tahun depan tepat sasaran dan tepat guna.
“Gerakan pangan (murah, Red) tetap kita laksanakan. Kita juga akan bekerja sama dengan pusat nanti,” paparnya.
Salah satu poin evaluasi adalah sebaran titik pelaksanaan GPM di berbagai wilayah di Tulungagung.
Dia mengungkapkan, GPM tahun ini dilaksanakan sedikitnya di 21 titik berbeda. Tapi, sayangnya pelaksanaan di lapangan belum bisa dikatakan merata.
Sebab, belum semua wilayah tersentuh program bazar pangan murah ini.
Pasalnya, sebagian GPM difokuskan di wilayah kota sehingga perlu dilakukan pemerataan di berbagai wilayah kecamatan agar seluruh elemen masyarakat terdampak.
“Sehingga nanti kalau tahun ini sekitar 21 tempat, kalau bisa nanti kita hadir di sana dengan jemput bola,” ujarnya.
Baca Juga: Infrastruktur Tulungagung Bakal Jadi Prioritas GABAH, Gatut Sunu Bilang Begini
Sayangnya, Ledang belum dapat merinci nilai anggaran yang akan dikucurkan untuk memastikan intensitas GPM di tahun depan bisa ditingkatkan.
Tapi, dia memastikan stok pangan di Bumi Lawadan di awal tahun depan masih dalam batas aman.
Itu artinya, seluruh program pangan murah di tahun depan dipastikan bisa digelar di tiap-tiap kecamatan dengan peningkatan intensitas per bulan.
Bahkan, surplus stok beras lebih tinggi dibanding komoditas pangan lain.
“Sementara kita kemarin koordinasi dengan Bulog, sementara aman,” terangnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana