RADAR TULUNGAGUNG - Memasuki awal tahun, kalender program Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Tulungagung dipastikan bakal makin padat.
Pasalnya, dinas sedang merancang dua agenda untuk direalisasikan dalam waktu dekat di Tulungagung.
Baca Juga: Tak Hanya PMK, Peternak di Tulungagung Wajib Waspadai Penyakit Lain di Musim Penghujan
Kepala Dinkop dan UM Tulungagung, Slamet Sunarto mengungkapkan, kawasan wisata halal di Jalan Pangeran Antasari bakal dikembangkan menjadi dengan satu konsep anyar yang sedang digodok.
Mulanya, dinas berencana menggelar konsep perbelanjaan car free night alias malam bebas kendaraan di kawasan wisata halal.
Baca Juga: Pasar di Tulungagung Ini Bagaikan Aviary Irfan Hakim, Kicau Mania Wajib Mampir
Belakangan, wacana itu diurungkan dengan alasan ekonomi. Selain itu, konsep car free night juga dikhawatirkan justru membuat destinasi wisata kuliner itu makin sepi.
“Jadi namanya Tulungagung Night Market (TNM). Kita sudah ada anggaran. Jadi, untuk kawasan halal itu sudah ada,” ucapnya.
Meski begitu, Slamet mengaku belum dapat merinci nominal anggaran yang disiapkan.
Baca Juga: Raih Juara Nasional Seni Lukis, Berikut Cerita di Balik Perjuangan M Syaiful Huda asal Tulungagung
Sebab, saat ini dinas masih perlu mematangkan konsep dan rancangan atas perubahan dari konsep awal.
“Berlaku untuk 20 kali kegiatan selama 2025. Namun demikian kita perlu koordinasi lebih lanjut,” akunya.
Diperkirakan, Tulungagung Night Market akan digelar dalam satu bulan ke depan.
Dalam kurun waktu tersebut, dinas juga akan kembali mengintensifkan komunikasi dengan lintas sektor, termasuk PT KAI selaku pemilik lahan.
“Sehingga pelaksanaannya Februari atau akhir Januari, kita belum tahu,” ujar Slamet.
Selain itu, Dinkop dan UM Tulungagung juga berencana menggelar agenda lain.
Yaitu, festival UMKM yang rencananya bakal dijadikan wadah bagi para penggerak ekonomi di sektor mikro dan menengah.
Hal ini coba direalisasikan melalui kerja sama dengan salah satu perusahaan swasta di Tulungagung.
“Nanti bentuknya ada kelola dengan swasta yang sepenuhnya sebagai sponsorship. Ini sudah pendataan. Dan (pelaku usaha, Red) sangat antusias sekali memasukkan produknya,” ujarnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana