KOTA, Radar Tulungagung - Ratusan ribu pengangguran di Tulungagung menanti lowongan pekerjaan dari perusahaan maupun industri.
Namun, jumlah lowongan pekerjaan di Tulungagung tidak sebanding dengan jumlah pengangguran yang ada.
Ketua Apindo, Wahidun mengatakan, ada kesenjangan antara jumlah lowongan pekerjaan dan jumlah pengangguran di Tulungagung.
Baca Juga: Lowongan Kerja di Tulungagung, Lulusan SMA Bisa Digaji di Atas UMR!
Diketahui, jumlah pengangguran di Tulungagung mencapai 800 ribu orang.
Kendati demikian, sejumlah perusahaan maupun industri terus membutuhkan tenaga kerja.
Artinya, lowongan kerja di Tulungagung masih ada walaupun angka pastinya belum diketahui.
“Lowongan kerja di Tulungagung terus tersedia, tetapi tidak sebanding dengan jumlah pengangguran yang mencapai 800 ribu,” jelasnya kemarin (7/1).
Baca Juga: Lowongan Pekerjaan di Tulungagung, Gaji di Atas UMR!
Belum lagi, lowongan kerja yang dibutuhkan perusahaan maupun industri ini memiliki kualifikasi tertentu agar dapat diterima.
Adapun kualifikasi ini menentukan kualitas tenaga kerja agar dapat mengerjakan tugas yang diberikan perusahaan maupun industri.
Disinggung apa kualifikasi paling utama dalam mendapatkan pekerjaan, dia mengaku, skill atau keahlian tenaga kerja menjadi kriteria penting dalam dunia kerja.
Baca Juga: Disparitas Ekonomi di Tulungagung Bisa Terus Menganga, Begini Saran Pengamat
Pendidikan akhir tidak menentukan bahwasanya tenaga kerja itu memiliki keahlian yang dibutuhkan perusahaan atau industri.
“Yang paling penting itu skill. Kalau mereka (calon tenaga kerja, Red) memiliki skill pasti dengan mudah mendapatkan pekerjaan,” ucapnya.
Kendati jumlah lowongan kerja dan pengangguran di Tulungagung tidak sebanding, pihaknya optimistis apabila masih ada kesempatan bagi pengangguran untuk mendapatkan tempat kerja.
Baca Juga: Update Harga Komoditas Cabai di Kabupaten Tulungagung, Ternyata Cukup Pedas Awal Tahun 2025 ini
Menurutnya, pilihan terakhir dalam mencari pekerjaan dengan mendaftarkan diri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).
Tak hanya itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat pasti dapat menyerap banyak tenaga kerja.
Itu lantaran dalam realisasi program tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja.
“Pasti ada lowongan pekerjaan yang cocok. Apalagi, program MBG sekarang ini sudah berjalan, pastinya banyak membutuhkan tenaga kerja,” tutupnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz